Meninggalkan Ramadan dan Idulfitri Antara Factory Reset Jiwa dan Log Out Syahwat Duniawi


Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy.,MH

Idulfitri memang sudah berlalu digantikan oleh kesibukan aktifitas kita sehari-hari. Namun demikian jangan sampai kesibukan aktifitas kita melupakan dari semangat Ramadan dan Idulfitri, yaitu semangat menanam kebaikan dan semangat meminta maaf. Di era digital yang serba cepat, manusia modern sering kali mengalami "overheat" mental.

Kesibukan mengejar validasi, memamerkan pencapaian, tumpukan beban pekerjaan, hingga polusi informasi di media sosial membuat sistem operasi batin kita penuh dengan cache negatif: dendam, cemas, dan kesombongan. Idulfitri hadir bukan sekadar selebrasi rutin, melainkan sebuah mekanisme “reset jiwa” yang dirancang Sang Pencipta untuk mengembalikan manusia kedalam performa terbaiknya.

Factory Reset Jiwa

Dalam terminologi teknologi, factory reset adalah tindakan menghapus seluruh data sampah untuk kembali ke kondisi asli saat keluar dari pabrik. Secara spiritual, inilah esensi kembali ke Fitrah. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum: 30:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah di atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu...”

Ramadhan adalah proses scanning dan cleaning. Rasulullah SAW menegaskan dalam haditsnya:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ... مَنْ صَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka ia keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya." (HR. An-Nasa'i).

Idulfitri adalah titik "Zero Kilometer". Kita tidak sedang menjadi orang baru, melainkan sedang kembali menjadi diri kita yang asli: bersih, jujur, dan bertauhid.

Seni "Log Out" dari Syahwat Duniawi

Selama sebulan, kita berlatih menahan lapar dan dahaga. Ini adalah latihan Log Out dari ketergantungan pada syahwat duniawi. Kita belajar memutus koneksi sejenak dari "server" ego yang sering memperbudak waktu kita.

Di dunia kekinian, syahwat duniawi sering mewujud dalam bentuk FOMO (Fear of Missing Out) atau ambisi materi yang tak ada habisnya. Dengan Idulfitri, kita membuktikan bahwa ruh kita lebih kuat daripada keinginan jasmani. Kita berhasil menjadi tuan atas diri sendiri, bukan sekadar hamba dari notifikasi dunia. Untuk menguatkan kesadaran ini, maka perlu kiranya bagi kita untuk merenungkan Kembali firman Allah SWT yang tertuang dalam QS. Az Zumar: 44

قُلْ لِّلّٰهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيْعًاۗ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ۝٤٤

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Hanya milik Allah pertolongan itu semuanya. Milik-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian, hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”

Merawat Kerukunan dalam Bingkai Perbedaan

Setelah sistem batin bersih, tantangan berikutnya adalah berinteraksi dengan sesama yang memiliki "perangkat" berbeda. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa perbedaan adalah keniscayaan dan rahmat. Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat: 13:

“...Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal (Lita’arafu).”

Keteladanan Rasulullah:

• Peristiwa Hajar Aswad: Saat para pemimpin suku bertengkar, Rasulullah membentangkan kain agar semua suku bisa mengangkat batu suci bersama-sama. Beliau tidak mencari pemenang tunggal, melainkan kemenangan kolektif.

• Diplomasi Hudaibiyah: Rasulullah bersedia "mengalah" dalam perjanjian demi perdamaian jangka panjang. Keteguhan beliau memegang janji—seperti saat mengembalikan Abu Bashir ke Makkah—justru membuahkan kemenangan mutlak di kemudian hari (Fathu Makkah).

Bahkan jika mau tilik lebih dekat lagi dengan lingkungan bermasyarakat, kita seringkali dihadapkan pada beberapa perbedaan. Sebagai contoh misalnya, perbedaan kepentingan, perbedaan pendapat, perbedaan pendapatan, perbedaan karakter dan prinsip hidup yang kadang hal itu bisa membuat seseorang berkonflik.

Maka jika diantara kita sudah terlanjur terjadi kesalah pahaman dan berkonflik bisa lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Tabayyun (Klarifikasi): Jangan mudah terprovokasi berita bohong yang memecah belah.

b. Tasamuh (Toleransi): Menghargai perbedaan pendapat tanpa harus saling menjatuhkan (Agree to Disagree).

c. Fokus pada Persamaan: Mencari titik temu (kalimatun sawa). Kita mungkin berbeda dalam urusan furu'iyah (cabang), tapi kita sama dalam urusan kemanusiaan dan kebangsaan.

Instalasi Kesalehan Sosial di Era Individualistik

Iman yang sehat tidak hanya "terkoneksi" dengan Tuhan, tapi juga "berbagi data" dengan sesama. Di era individualistik, Islam menuntut kita menginstal aplikasi Kesalehan Sosial. Rasulullah SAW memperingatkan dalam haditsnya:

"Bukanlah mukmin yang sempurna, orang yang kenyang sementara tetangga di sampingnya kelaparan." (HR. Al-Hakim).

Kesalehan sosial adalah bukti bahwa proses reset kita berhasil. Jika setelah Lebaran kita tetap kikir dan abai pada lingkungan, maka proses cleaning kita mungkin gagal. Idulfitri adalah momentum untuk mematikan ego dan menghidupkan empati.

Menjaga Perangkat Tetap Bersih

Mengakhiri tulisan ini, Idulfitri bukanlah garis finish, melainkan garis start. Pertanyaannya bukan seberapa suci kita hari ini, tapi seberapa lama kita mampu menjaga sistem operasi fitrah ini dari virus-virus kebencian di masa depan.

Selamat Idulfitri. Mari log in kembali ke dunia nyata dengan hati yang lebih lapang dan jiwa yang sudah ter-reset sempurna.

Penulis adalah Ketua Lakpesdam MWC NU Weleri dan Kabag Produksi NU Kendal Online

Informasi Berita Lainnya

Fatayat NU Kendal Perkuat Khidmah Pengurus,...

Kangkung, pcnukendal.com - Pembina Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kendal, Hj Nurul Khotimah, menegaskan bahwa aktivitas berorganisasi di...

Pembina Fatayat NU Kendal Tekankan Satu Visi,...

Kangkung, pcnukendal.com - Pembina Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kendal, Siti Khoeriyah, menegaskan pentingnya penyatuan visi dan misi di...

Upgrade Diri Kuatkan Organisasi, Fatayat NU...

Kangkung, pcnukendal.com - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kendal menggelar upgrading pengurus di kawasan wisata...

Pembekalan Ke-NU-an SMK NU 05 Kaliwungu...

Kaliwungu Selatan, pcnukendal.com - SMK NU 05 Kaliwungu Selatan membekali siswa kelas XII dengan penguatan nilai ke-NU-an sekaligus kesiapan...

Advertisement

Press ESC to close