
Ngampel, pcnukendal.com - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Ngampel menggelar Seminar Edukasi dan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan yang dirangkaikan dengan Rapat Pleno pengurus dan perwakilan ranting se-Kecamatan Ngampel. Kegiatan berlangsung di TK Ar Razaq, Banyuurip, Jumat (12/12/2025).
Dalam rapat pleno, Ketua PAC Fatayat NU Ngampel, Siti Asmaul Chusna, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader melalui program-program yang berkesinambungan.
Ia menyebut Fatayat harus menjadi ruang pemberdayaan perempuan yang hadir tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam aksi nyata.
Selain itu, ia melaporkan hasil penggalangan dana untuk korban bencana di Sumatra yang mencapai lebih dari Rp 17 juta.
“Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dimulai dari diri kita sendiri—dari cara menjaga diri, menguatkan mental, dan membangun keluarga yang sehat tanpa kekerasan,” tegasnya.
Seminar menghadirkan pengurus LKP3A PC Fatayat NU Kendal, Ety Wulandari sebagai narasumber. Ia menguraikan bahwa kekerasan terhadap perempuan dapat muncul dalam beragam bentuk dan sering kali tidak disadari oleh korbannya.
“Kekerasan tidak selalu tampak sebagai luka fisik. Kontrol ekonomi, ucapan merendahkan, hingga kekerasan berbasis digital adalah bentuk-bentuk yang kerap luput dari perhatian perempuan,” jelasnya.
Ety juga menekankan bahwa Fatayat memiliki peran strategis dalam pencegahan tiga lapis, mulai dari edukasi gender, penyediaan ruang aman untuk konsultasi, hingga pendampingan hukum dan pemulihan psikologis bagi korban.
“Fatayat harus hadir bukan hanya sebagai komunitas, tetapi sebagai garda terdepan perlindungan perempuan,” ungkapnya.
Kegiatan mendapat sambutan positif dari peserta. Salah satu peserta seminar, Aridhatul Kusna menyampaikan bahwa edukasi seperti ini penting untuk membuka wawasan perempuan mengenai hak dan mekanisme perlindungan.
“Banyak perempuan bingung atau takut menyampaikan apa yang mereka alami. Dengan edukasi seperti ini, kami jadi lebih berani dan tahu bahwa perempuan memiliki hak yang sama seperti laki-laki,” ujarnya. (Novia/muf)