
Jakarta, pcnukendal.com - Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs NU) 08 Gemuh menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Anugerah Adiwiyata Nasional 2025. Penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup itu diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Hanif Faisol Nurofiq, pada Kamis (11/12/2025) di Gedung Graha Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Dalam sambutannya, Hanif Faisol Nurofiq menyoroti perjalanan panjang program Adiwiyata yang telah dicanangkan sejak 2009. Hingga 2025, jumlah sekolah yang lolos sebagai Adiwiyata masih berada di bawah 3.500 satuan pendidikan.
“Artinya, selama 16 tahun, baru kurang dari satu persen sekolah di seluruh Indonesia yang berhasil meraih predikat Adiwiyata. Hal ini menjadi koreksi kita bersama agar lebih serius meningkatkan sekolah peduli lingkungan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi penuh sekolah-sekolah yang dinilai mampu menunjukkan komitmen kuat terhadap budaya ramah lingkungan.
“Selamat kepada sekolah penerima Anugerah Adiwiyata. Prestasi ini menunjukkan konsistensi dalam mewujudkan perilaku peduli lingkungan hidup di sekolah masing-masing,” kata Hanif.
Ia menegaskan pentingnya pendidikan lingkungan hidup sebagai pilar masa depan bangsa.
“Lingkungan harus dijadikan panglima pembangunan. Kolaborasi aksi nyata dan pendidikan lingkungan adalah kunci mencetak generasi peduli lingkungan,” tambahnya.
Kepala MTs NU 08 Gemuh, Hj Tsien Tsuwayroh, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, predikat Adiwiyata bukan sekadar penghargaan, tetapi juga amanah besar bagi madrasah.
“Anugerah Adiwiyata Nasional adalah amanah untuk terus menerapkan dan meluaskan gerakan peduli serta berbudaya lingkungan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Ia menegaskan komitmen madrasah sebagai agen perubahan.
“Madrasah harus siap menjadi agent of change yang menjadikan lingkungan sebagai panglima pembangunan generasi mendatang,” tegasnya. (Tyas/muf)