
Singorojo, pcnukendal.com - Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang hanyut terseret arus deras di Sungai Genting, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Selasa (4/11/2025) siang. Peristiwa tragis itu terjadi saat mereka melakukan kegiatan tubing wisata air tanpa pendamping resmi.
Satuan Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Kendal bersama LPBI NU, SERNU, DESTANA, serta puluhan relawan dan warga desa langsung turun ke lokasi melakukan pencarian. Hingga Selasa sore, tiga korban berhasil ditemukan di tiga titik berbeda: di sekitar lokasi kejadian, di Sungai Kaliringin Jolinggo, dan di Kali Banyuringin.
Kasatsus Bagana Kendal, Ahmad Sahri, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan dengan membagi tim di beberapa titik strategis sepanjang aliran sungai.
“Hingga pukul 17.00 telah ditemukan tiga korban. Kami terus berupaya keras melanjutkan pencarian terhadap tiga korban lainnya,” ujarnya.
Adapun nama-nama korban yang dilaporkan hanyut yakni Nabila Yulian Desi, M Labib Rizki, Syifa Nabila, Riska Amelia, Bima Pranawira, dan M Jibril Assyarafi. Satu orang lainnya berhasil selamat setelah berhasil menepi saat arus deras datang tiba-tiba.
Menurut kesaksian Imam Subkhan, warga Desa Jolinggo, sekitar pukul 13.55 WIB tujuh mahasiswa turun ke Sungai Tubing Genting. Tak lama kemudian, banjir kiriman datang dari hulu sungai dan menghantam rombongan.
“Satu di antaranya berhasil menyelamatkan diri, sementara enam lainnya hanyut terbawa arus,” jelasnya.
Kepala Desa Getas, Budiyono, menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut dan berharap menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih waspada terutama di musim penghujan.
“Kami sangat berbelasungkawa. Semoga para korban segera ditemukan. Kami juga mengimbau agar setiap kegiatan wisata air dilakukan dengan koordinasi dan pendampingan resmi,” katanya.
Budiyono juga menyesalkan tidak adanya koordinasi sebelumnya antara pihak mahasiswa dan pengelola tubing.
“Tidak ada pemberitahuan atau pendampingan dari pengelola tubing. Kami selalu mengingatkan mahasiswa KKN agar berkoordinasi dengan pihak desa dan masyarakat agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Bagana, relawan, TNI, Polri, dan masyarakat masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Genting hingga ke wilayah hilir. Kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan sungai yang licin menjadi tantangan utama dalam upaya pencarian korban. (anish/muf)