Kangkung, NUKendal Online. Karena kebutuhan pendidikan agama bagi anak yang mendesak seringkali dengan sarana dan prasarana seadanya warga NU mendirikan sebuah lembaga pendidikan. Tidak jarang bahkan harus menumpang sementara waktu di tempat lain. TPQ NU 21 Uswatun Hasanah Tanjungmojo Kangkung barangkali satu dari sekian banyak TPQ yang masuk kategori seperti ini. Santri TPQ NU 21 Uswatun Hasanah saat ini masih numpang di MDA. Sebanyak 125 santri TPQ harus bergantian kelas dengan 140 santri MDA.
Namun kini kondisi tersebut akan segera berakhir. Pasalnya saat ini warga NU ranting Tanjung mojo sedang membangun gedung TPQ NU 21 Uswatun Hasanah. Bangunan Gedung TPQ ini direncanakan terdiri 3 lokal dan 2 lantai dan berlokasi di belakang gedung MDA NU 19 AL ILHAM atau sebelah Timur pemakaman umum, bangunan tersebut didirikan di atas tanah desa.
Berdasarkan penjelasan Wardoyo, tokoh NU Desa Tanjungmojo, sarana pendidikan tersebut akan dikerjakan beberapa tahap, tahap pertama adalah pembuatan pondasi yang diperkuat dengan konstruksi cakar ayam sebanyak 8 titik.
Lebih lanjut Wardoyo yang juga pengurus MWC Kangkung menambahkan bahwa tahap pembangunan pertama itu sudah menelan dana sekitar 50 juta. Dana tersebut berasal dari swadaya masyarakat. Ada yang dari iuran wali santri, bantuan dari desa dan para donatur.
Sementara kepala desa Tanjungmojo, Sugiono, menambahkan bahwa keberadaan gedung ini sangat penting. Karena multi fungsi. Selain untuk TPQ di sore hari, paginya juga bisa digunakan untuk belajar anak-anak PAUD Sri Wedari yang di kelola oleh PR Fatayat NU Tanjungmojo. Ada sekitar 40 siswa PAUD yang saat ini juga masih numpang di MDA.
"Bangunan TPQ ini harus segera dirampungkan", tutur kepala Sugiono, bila tidak ada aral melintang pembangunan tahap dua gedung TPQ NU 21 Uswatun Hasanah direncanakan akan dimulai bulan Mei 2016. Mengingat pentingnya masa depan generasi yang akrab dengan Al Qur'an maka sangat diharapkan bantuan dan partisipasi dari seluruh masyarakat. (Ach.Mustofa/Fahroji)


