Sukorejo, pcnukendal.id - Pengasuh pengajian baik kyai maupun mubaligh yang secara rutin mengisi pengajian bulanan (selapan) adalah figur yang sangat strategis dan didengar oleh jama'ahnya. Di kecamatan Sukorejo pengajian model selapan jumlahnya sangat banyak, baik yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting NU atau takmir masjid dan musholla. Para jama'ah hampir dipastikan sebagian besar adalah warga NU.

Namun demikian, realitas yang ada kesadaran berjam'iyyah warga NU belum sesuai yang diharapkan, dengan kata lain program "menjam'iyahkan jama'ah NU" belum sepenuhnya berhasil.
Persoalan tersebut menjadi pembahasan menarik saat pertemuan rutin selapan Ahad Kliwon MWC NU Sukorejo, Ahad (16/12) di lantai 1 gedung MWC NU Sukorejo jalan Kartini Sukorejo.
"Seandainya para kyai atau mubaligh yang mengisi pengajian selapanan itu mau menyisipkan program NU atau mau berbicara ke NU an maka separuh dari energi NU untuk sosialisasi akan terbantu oleh pengajian selapan di desa-desa", kata K.H. Abdulloh Suhri Wakil Rois Syuriyah MWC NU Sukorejo.
Namun demikian, lanjut kyai Abdulloh, tidak semua pengasuh pengajian selapan di desa-desa berasal dari kecamatan Sukorejo sehingga para penceramah tidak paham program dan persoalan yang dihadapi NU di kecamatan Sukorejo.
Solusi dari persoalan tersebut adalah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) diminta menyelenggarakan silaturrahim pengasuh pengajian selapan di wilayah kecamatan Sukorejo. Pengurus pengajian juga diminta mengundang penceramah yang mau membawa misi program NU. Kecenderungan yang ada, jama'ah lebih suka penceramah yang "lucu" namun belum tentu menyinggung persoalan umat juga ditengarai menjadi sebab lain.
Ketua MWC NU Sukorejo, Fahroji, meminta LDNU segera aktif menyusul beberapa lembaga lain yang sudah mulai aktif. Hal ini sebagai konsekuensi kegiatan NU ditingkat ranting yang mulai menggeliat. MWC NU harus bisa memberikan pembinaan dalam kegiatan -kegiatan yang diselenggarakan ranting NU
"Sudah ada permintaan dari beberapa ranting agar MWC NU mengirimkan penceramah untuk mengisi selapan ranting NU", tegasnya. (Fikri)