
Sukorejo, pcnukendal. id - Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) MWC NU Sukorejo diminta segera mewadahi para pengusaha NU di Kecamatan Sukorejo. Permintaan itu disampaikan ketua MWC NU Sukorejo, Fahroji, saat rapat pengurus MWC NU Sukorejo di lantai satu gedung MWC NU Jln. Kartini Kebumen, Sabtu malam ( 8/12).
Dalam rapat yang mengagendakan laporan dan evaluasi lembaga itu, Fahroji menjelaskan, di Sukorejo saat ini mulai banyak warga nahdlyin yang sukses secara ekonomi baik sebagai peternak ayam, pengusaha log kayu dan bidang usaha lainnya. Diharapkan, dengan adanya wadah pengusaha NU di Sukorejo, mereka bisa terkoordinir dan tidak dimanfaatkan orang lain.
"Pendekatan pihak lain terhadap orang kaya baru di Sukorejo yang tadinya senang tahlil tetapi tidak paham organisasi sangat masif, sehingga ketika mereka ingin sodaqah, infak maupun zakat mal, yang menampung adalah orang lain," tegas Fahroji
Dijelaskan, sejak awal ketika diamanati menjabat ketua MWC NU, ia ingin Lazisnu dan LPNU Sukorejo bisa hidup. Apalagi jika dikaitkan dengan amanat besar Konferensi MWC NU Sukorejo untuk membangun gedung MWC NU Sukorejo, tentu hal tersebut sangat relevan.
"Kita berharap LPNU bisa bersinergi dengan Lazisnu," tambahnya.
Ali Murtadho selaku ketua LPNU Sukorejo yang hadir bersama sekretarisnya, Sigit Purnomo, menyatakan siap untuk mengumpulkan pengusaha NU dalam wadah Himpunan Pengusaha Nahdlatul Ulama ( HPNU) Sukorejo.
"Untuk para peternak ayam dari kalangan NU yang sukses, kami sudah pegang datanya," terang Sigit yang juga sekretaris paguyuban peternak Sukorejo itu.
Menurut Ali Murtadho, data para pengusaha NU di masing-masing ranting sebetulnya sudah ada, tapi belum sempat kita kumpulkan dan dibentuk wadahnya.
"Waktu itu kita data untuk kepentingan awal -awal pembangunan gedung MWC NU. Insya Allah secara bertahap, pengusaha NU di Sukorejo akan kita kumpulkan" pungkas pengusaha muda yang sukses beternak ayam petelur itu. (Fikri/zh)