
Sukorejo pcnukendal.id - Ranting NU Desa Mulyosari kec. Sukorejo mengadakan musyawarah untuk memilih Rois Syuriah dan Ketua Tanfidhiyah yang baru. Acara itu digelar di Musholla Baitussalam Dusun Gepor Desa Mulyosari pada Sabtu (7/12).
Acara itu dihadiri anggota NU Ranting Mulyosari, Rais MWC NU kec. Sukorejo KH. Ibadi, ketua MWC NU kec. Sukorejo Ahmad Fahroji, dan ketua Laziznu Sukorejo Royani.
Dalam proses pemilihan rois yang menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi itu, kyai Rosyikhun dan Sunardi mengumpulkan suara mayoritas pada saat penjaringan bakal calon. Akhirnya, secara aklamasi, Kyai Rosyikhun ditetapkan sebagai Rois Syuriah sedangkan Sunardi ditetapkan sebagai ketua Tanfidhiyahnya. Mereka berdua akan memimpin NU Ranting Mulyasari dalam masa khidmat 2018-2013, menggantikan duet Kyai Ahadi dan H. Wahyudi yang telah habis masa khidmatnya pada bulan Desember ini.
"Hari ini genap lima tahun lebih empat hari kami mengemban amanat memimpin NU Mulyosari. Oleh karena dengan itu, mandat kami kembalikan kepada MWC NU Sukorejo," kata H. Wahyudi dalam sambutannya di hadapan Ketua MWC NU Sukorejo.
Ketua MWC NU Sukorejo, Fahroji, mengapresiasi duet Kyai Ahadi dan H. Wahyudi yang telah berhasil mengaktifkan kembali NU ranting Mulyosari dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, NU ranting Mulyosari sempat vakum puluhan tahun.
"Semoga pengabdian personil pengurus NU ranting Mulyosari periode 2013-2018 dicatat sebagai amal sholeh yang diterima Allah SWT," tegas Fahroji.
Adapun Ketua Lazisnu Sukorejo, Royani, berharap, di bawah kepemimpinan yang baru, koin NU di ranting Mulyosari semakin bertambah dan berkembang. Apalagi Sunardi sebelum terpilih menjadi ketua NU adalah pengurus Lazisnu di Mulyosari. (Fikri/zh)