Kendal, pcnukendal.id – Untuk kali pertamanya PC LESBUMI (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) kabupaten Kendal meluncurkan buku. Tidak tanggung-tanggung, dua buku sekaligus diluncurkan secara resmi oleh ketua PCNU Kabupaten Kendal, K.H. Muhammad Danial Royyan pada Ahad (5/8) di Gedung PCNU kabupaten Kendal.
Dua buku tersebut adalah buku kumpulan esai berjudul “Ramadan di Kampung Halaman” yang ditulis oleh 12 penulis asal Kendal dan buku kumpulan pantun “Randu Alas” karya Muhammad Mahzum, santri Al-Itqon Patebon Kendal.
Penerbitan buku ini merupakan salah satu program kerja dari Lesbumi Kendal. Yang sementara ini berfokus pada tiga program, yakni penerbitan buku, pementasan seni, dan diskusi-diskusi seni budaya.
Ketua Lesbumi Kendal, Muslichin mengatakan bahwa penerbitan ini diselenggarakan secara sederhana.
“Awalnya dari penyelenggaraan sebuah diskusi tentang Ramadan dan Kampung Halaman. Kemudian di antara peserta diskusi berkeinginan bahwa apa saja yang telah ditemukan dan diobrolkan tidak berhenti begitu saja, harus ada dokumentasi utuh dan kuat terkait segala hal yang diobrolkan dalam diskusi. Akhirnya, dibukukanlah segala yang telah didiskusikan tersebut”, tutur Muslichin.
Kegiatan diawali dengan pemutaran film pendek berjudul Keduwung Mburi karya MA NU 03 Sunan Kantong Kaliwungu, serta penampilan musikalisasi puisi dari Teater Dipas SMA Ma’arif NU 04 Kangkung yang berkolaborasi dengan Dadang Syarifudin (Gitaris BKR n’ Friends).
Acara dilanjutkan dengan diskusi. Muslichin (Ketua Lesbumi PCNU Kendal) dan Kusfitria Marstyasih (Ketua Koruki Demak), didapuk sebagai pembicaranya.
Buku kumpulan esai “Ramadan di Kampung Halaman” berisi 12 judul esai dari 12 penulis. Diantaranya Aku dan Mercon Bumbung (Heri CS), Jalan-Jalan ke Gereja, Ngabuburit di Klenteng (Subhan Abidin), Kampung dan Ingatan Masa Kecil (Muslichin), Mangan Iwak Pitik (Muhamad Kundarto), Menuai Berkah Bulan Suci di Kota Santri (Muhammad Hilal Ibnu Hasan), Ramadan dan Ingatan Masa Kecil (M. Lukluk Atsmara Anjaina), Ramadan di Kampung Halaman (Setia Naka Andrian), Ramadan di Kampung Halaman Orang (M. Yusril Mirza), Ramadan dan Jatidiri Islam Kendal (Chadori Ichsan), Serba-Serbi Ramadan di Kampung (Najmah Munawaroh), Tradisi Silaturahmi yang Nyaris Terganti (Ermin Siti Nurcholis), dan Kampung Tani dan Pesantren Tanpa Papan Nama (Agus Susanto).
Adapun buku kumpulan pantun “Randu Alas” karya Muhammad Mahzum, Lesbumi Kendal bekerjasama dengan Komunitas Rumah Kita (KORUKI) Demak, salah satu komunitas yang serius menggerakkan literasi.
Salah seorang motor penggerak Lesbumi PCNU Kendal, Bahrul Ulum A. Malik menyampaikan bahwa selepas penerbitan kedua buku ini, Lesbumi Kendal akan bergerak lagi menerbitkan beberapa karya.
“Diantaranya buku kumpulan puisi, anekdot, cerita pendek, profil kiai, profil pesantren, dan beberapa penerbitan lain yang kiranya akan menjadi sumbangan dokumentasi sejarah tersendiri bagi khalayak,” tutur aktivis sastra Pelataran Sastra Kaliwungu itu.
Ditambahkan pula oleh Bahrul, dalam penerbitan-penerbitan karya tersebut, kelak juga akan diimbangi dengan ajang perlombaan karya, baik bagi pelajar, mahasiswa atau masyarakat umum.
“Sehingga nantinya beberapa karya yang dibukukan juga telah melewati seleksi ketat dalam sebuah perlombaan. Sehingga secara tidak langsung, upaya kuantitas karya juga akan berimbang dengan kualitas sebuah karya,” pungkasnya. (SNA/Muf)