
Patean, pcnukendal.id – Warga dusun Manggung desa Sidodadi tiap tahun mengalami krisis air bersih. Mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Beragai upaya telah dilakukan warga demi mencukupi kebutuhan air. Biasanya warga mengambil air yang berada di mata air kebun buah plantera yang berjarak sekitar 1 km.
Air itu diangkut menggunakan dua derigen isi 25 liter yang dinaikkan kendaraan roda dua. Jadi sekali angkut, warga mendapatkan 40-50 liter air. Padahal, jumlah air itu belum cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi bagi yang mempunyai hewan ternak. Paling tidak, warga mengambil air sampai 3x sehari.
Ada juga warga yang berinisiatif membeli air dalam jumlah yang besar. Dengan biaya antara 50-100 ribu, warga bisa mendapatkan air 1000. Air itu bisa digunakan untuk 2-3 hari.
Adapun untuk keperluan mandi, warga lebih memilih mandi di sungai logung yang berada di dusun Sabrang desa Ngaliang.

Saat ini, warga mendapatkan bantuan pengecoran untuk pembuatan sumur. Bantuan itu akan sangat bermanfaat bagi warga ketika sudah selesai. Tetapi dalam proses pengecoran, dibutuhkan minimal 2000 liter air per hari.
Karena itu, LPBI NU Patean melaporkan hal tersebut ke MWC NU Patean. Laporan itu langsung ditanggapi. Bantuan air langsung dikirimkan kepada warga. Lazis NU kec. Patean mengirim 1 tangki dengan kapasitas 7000 liter. Air itu diterima oleh kadus Manggung dan disaksikan para warga. Selain itu, pada Kamis (2 Agustus 2018), LPBI NU Patean bekerja sama dengan Lazisnu Patean membantu warga membuat sumur dalam. Diharapkan dengan bantuan tersebut, beban warga berkurang dan menjadi lebih ringan dari sebelumnya. (Misbah/zh)