Kaliwungu, pcnukendal.id – Gerakan Sedekah Sehari Seribu (S3) melalui Kaleng Sedekah yang digerakkan oleh NU Care – Lazisnu Kendal terus bergulir. Di Kecamatan Kaliwungu Selatan (Kasela), Kabupaten Kendal, pada pembukaaan pertama yang dilakukan awal bulan ini, terkumpul dana sebesar 14.300.000 rupiah.
“Dana tersebut berasal dari 4 desa di kecamatan Kasela. Sementara untuk 4 desa lain segera menyusul,” terang Ketua MWC NU Kasela, Fathurohman, Kamis (5/7).
Fathurohman menjelaskan, keempat desa yang sudah melakukan pembukaan kaleng sedekah adalah Desa Sidomakmur dengan hasil 4.600.000 rupiah, Desa Jerukgiling 3.700.000 rupiah, Desa Kedungsuren 1.985.000 rupiah dan desa Desa Plantaran 3.703.600 rupiah.
“Gerakan Sedekah Sehari Seribu ini kami harapkan akan benar-benar menjadi gerakan sosial kemasyarakatan dari NU. Nantinya dana yang dihasilkan akan digunakan untuk program pengentasan kemiskinan melalui program beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, pendampingan ekonomi serta tanggap bencana,” tegasnya, didampingi Sekretaris MWC Kasela, Supari.
Ketua Lazisnu Kasela, Muta’akhirin menambahkan, jumlah Kaleng Sedekah yang tersebar di Kasela berjumlah 1000 kaleng yang disebarkan di delapan desa. Karena respon dari warga NU sangat baik, dan permintaan terus berdatangan, pihaknya meminta tambahan sebesar 2500 kaleng untuk disebarkan.
“Alhamdulillah saat ini sudah 2500 kaleng yang disebarkan ke warga. Semoga gerakan ini bisa benar-benar berjalan sebagai gerakan sosial dan bisa bermanfaat secara langsung kepada masyarakat”, tutur Muta’akhirin.
Sementara itu, Ketua NU Care Lazisnu Kendal, Khusnul Huda menyambut baik gerakan Kaleng Sedekah yang sudah berjalan di Kasela. Dia menyebut, saat ini dari delapan desa di Kasela, tujuh diantaranya sudah terbentuk Upzis Lazisnu di tingkat ranting.
“Kasela termasuk Kecamatan yang gerakan Lazisnu-nya paling massif, dan satu-satunya yang sudah melaksanakan Rakorcam Lazisnu. Semoga bisa ditiru oleh MWC-MWC yang lain,” tukasnya.
Huda menegaskan, NU Care-LAZISNU akan terus mendorong Gerakan NU Berzakat Menuju Kemandirian Umat yang telah digulirkan oleh PBNU beberapa waktu lalu. Pengelolaan zakat melalui NU Care-Lazisnu tersebut akan menjadi gerakan perubahan yang sangat menginspirasi bagi kebangkitan ekonomi keumatan.
Dia juga meminta supaya Upzis ditingkat Kecamatan, desa atau komunitas seperti sekolah terus membuat terobosan-terobosan sehingga berzakat akan menjadi tren di masyarakat.
“Jika hal tersebut sudah bisa terwujud, maka NU akan semakin teras di hati warga, karena perannya dalam hal social akan bisa dirasakan secara langsung”, tukasnya. (Huda)