MWC NU Kangkung Gelar Haul Sesepuh dan Halalbihalal

...

Kangkung, pcnukendal.id - Lembaga Dakwah NU (LDNU) MWC NU Kangkung mengadakan haul sesepuh se-kecamatan Kangkung. Acara yang diadakan pada Senin (2/7) pukul 08.00 itu merupakan kegiatan yang rutin diadakan tiap tahun. Umumnya yang dihauli adalah para pengurus, baik yang ada di ranting maupun di tingkat MWC. Adapun yang menjadi titik sentralnya adalah makam KH Samrodin Rais dan KH Masyhudi Imron yang dimakamkan di desa Gebanganom Wetan.

Kiai M. Rofwan, selaku Rois Syuriah MWC NU Kangkung, dalam sambutannya mengatakan, bahwa semua yang hadir dalam haul ini InsyaAlloh termasuk golongan orang yang birul walidain. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran pada acara haul ini. Yang menunjukkan bakti pada guru.

“Tanpa guru kita ini bukan apa-apa. Guru lah yang menghubungkan sanad keilmuan kita sampai pada Rasulullah,” tutur Kyai Rofwan.

Setelah haul selesai pada pukul 09.00. Acara dilanjutkan dengan halalbihalal MWC Kangkung. Halal bi halal yang bertempat di pelataran gedung MWC Kangkung itu menghadirkan KH. Bastomi dari Pekalongan sebagai penceramah. Acara didahului dengan lantunan paduan suara dari SMA NU Kangkung yang menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon dan Sholawat.

Ahmad Khoiron, selaku ketua Tanfidziah MWC NU Kangkung, dalam sambutannya menyampaikan kembali intisari dari tausiyah dari Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj pada acara haul KH Ahmad Abdul Khamid, salah satu tokoh NU kabupaten Kendal.

Ia berpesan bahwa kita harus nguri- nguri warisan leluhur NU. Kita juga harus yakin bahwa apa yang disampaikan oleh sesepuh NU adalah benar. Artinya Amaliah Anahdhiyah adalah warisan Rasulullah.

Beliau melanjutkan, tahun 2019 adalah tahun politik. Ia tegaskan bahwa NU adalah organisasi yang independen. Tidak ke mana-mana. Masalah pilihan politik, itu terserah kepada masyarakat NU itu sendiri. Yang penting, tiap warga NU harus menjaga Marwah NU.

Sementara Sugeng Riyadi, camat Kangkung, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas suksesnya Pilgub yang dilaksanakan pada 27 Juni kemarin. Ia juga memohon kepada semua pihak untuk ikut memantau pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah.

Adapun KH. Bastomi dalam tausiahnya memaparkan empat tanda-tanda orang akan celaka. Pertama, orang lupa dosa yang sudah dilakukan. Kedua, orang yang selalu mengingat-ingat amal ibadah yang dilakukan. Ketiga, melihat dunia dengan diatasnya. Dan keempat, melihat agama yang ada dibawahnya.

Di akhir acara, panitia menggelar sajadah untuk menghimpun dana. Dalam penggalangan dana itu, terkumpul uang sebanyak empat juta rupiah. Uang itu akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan gedung MWC NU Kangkung. (Mahrus/zh)

Informasi Berita Lainnya

Tak Pudar oleh Usia, Ratusan Anggota Muslimat...

Weleri, pcnukendal.com - Semangat berkhidmah para anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Weleri tampak tetap menyala meski usia tak lagi...

Mahasiswa KKN STIK Kendal Ajari Siswa SDN 1...

Gemuh, pcnukendal.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Desa Galih menggelar pelatihan kreativitas dengan...

Mahasiswa KKN STIK Kendal Tanamkan Budaya...

Gemuh, pcnukendal.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Posko IV Desa Galih menanamkan budaya gemar menabung...

Atraksi Garfanada Kendal Semarakkan Apel...

Batang, pcnukendal.com - Apel Kemanusiaan memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) versi tahun Masehi yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul...

Advertisement

Press ESC to close