Sukorejo, pcnukendal. id. - Pasca pernyataan sikapnya tentang penolakan penggunaan Bunderan Sukorejo untuk pasar malam, MWC NU Sukorejo merencanakan akan melakukan evaluasi terhadap personalia kepengurusan masa khidmat 2016-2021.
Isyarat perombakan pengurus itu disampaikan Rois Syuriyah MWC NU Sukorejo, K.H. Ibadi di kediamannya dusun Sentul desa Sukorejo, Rabu (13/6).
Meski mengaku akan melakukan reshuffle kepengurusan, kyai Ibadi menolak jika reshuffle dilatarbelakangi adanya pengurus yang tidak sejalan dengan kebijakan MWC NU terkait pernyataan sikap terhadap masalah Bunderan Sukorejo.
"Saat ini MWC NU Sukorejo sudah memasuki separuh periode kepengurusan sehingga wajar jika MWC NU akan melakukan evaluasi kegiatan maupun kepengurusan", tegas kyai low profile itu.
Kyai Ibadi juga menjelaskan bahwa pengurus yang akan dievaluasi adalah pengurus yang tidak aktif baik dari jajaran mustasyar, syuriyah maupun tanfidziyah. Langkah itu ditempuh karena MWC NU membutuhkan tim yang solid dan kompak untuk menyelesaikan banyaknya persoalan dan tantangan NU di kecamatan Sukorejo.
Terkait dengan kapan akan diadakan reshuffle, Pengasuh Ponpes Darurrahman Sentul itu tidak merinci lebih detail. Ia hanya memberi sinyal pada akhir bulan Oktober kocok ulang kepengurusan MWC NU Sukorejo diharapkan sudah selesai. Karena jabatan plt. ketua MWC NU Sukorejo Ahmad Saefudin akan berakhir 31 Oktober 2018.
"Moment itu akan kita gunakan sekaligus untuk mengevaluasi pengurus yang tidak aktif", jelasnya.
Sebagaimana diketahui, wakil ketua, Ahmad Saefudin ditetapkan menjadi pelaksana tugas ketua MWC NU Sukorejo sejak bulan Januari dan akan berakhir pada 31 Oktober 2018. Penetapan tersebut melalui rapat pengurus harian MWC NU. Ahmad Saefudin menggantikan Fahroji yang mengundurkan diri karena alasan ketentuan pekerjaan yang ditekuninya.
"Segala kemungkinan bisa terjadi terkait dengan kepemimpinan tanfidziyah MWC NU Sukorejo di akhir Oktober nanti", pungkas alumni ponpes API Tegalrejo itu. (Fikri)