
Semarang, pcnukendal.id – Ada beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya berita HOAX. Diantaranya Literasi yang rendah dan media partisan. Hal itu diungkap oleh Septian Eko Nugroho dari MAFINDO.
Mafindo adalah akronim dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia. Mafindo merupakan organisasi perkumpulan resmi yang didirikan pada tanggal 19 November 2016. Hal itu disampaikan pada acara seminar yang dilaksanakan oleh PW GP Ansor Jawa Tengah pada sabtu (12/5). Acara yang mengambil tema "Teknologi Informasi Sebagai Sarana Jitu Gerakan Islam Ramah" itu berlangsung di aula Masjid Agung Jawa Tengah.
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pembuka workshop "Jurnalistik dan Teknologi Informasi Digital" yang dilaksanakan mulai Sabtu-Senin (12-14/5). Acara itu diadakan dalam rangka melawan banyaknya berita HOAX yang muncul, terutama di media sosial.
Septian mengatakan, hoax bisa didefiniskan sama dengan fitnah. Ia pun mengkampanyekan slogan "SING WARAS OJO NGALAH" dalam menghadapi fenomena HOAX.
Ia melanjutkan, HOAX bisa ditanggulangi dengan meningkatkan silaturahmi, melakukan cek fakta, meningkatkan literasi dan melawannya dengan pembentukkan opini untuk klarifikasi fakta kebenaran.

Alumnus ITB yang lahir di wonosobo ini lalu menginfokan bahwa ada aplikasi di smartphone Android yang bisa untuk membantu masyarakat awam dengan mudah menemukan informasi yang benar dan mengetahui bahwa informasi tertentu termasuk HOAX. Aplikasi itu bernama Hoax Buster Tools dan bisa didownload di playstore secara gratis.
Atau bisa juga memanfaatkan Anti-Hoax Search Engine (ASE) dengan mengunjungi alamat web : www.turnbackhoax.id. Ada pula grup facebook yang menangkal HOAX. Grup itu bernama Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax yang beralamat di http://facebook.com/groups/fafhh.
Masyarakat juga bisa berpartisipasi dengan melaporkan berita-berita HOAX ke alamat email lapor@turnbackhoax.id atau sms/WA ke nomor: +62-811-9464-644. Info yang masuk akan diinvestigasi oleh tim dari Mafindo. (ff/zh).