NU-Muhammadiyah tingkatkan pemberdayaan umat melalui zakat

Kendal, pcnukendal.id - UPZIS Lazisnu MWC NU Kaliwungu Selatan memantabkan langkahnya dengan menggelar diskusi Manajemen Zakat untuk pemberdayaan umat. Hadir sebagai pembicara Ihwanushofa ketua Lazismu Sragen.

Pasca dilantik bulan maret yang lalu, UPZIS Lazisnu Kaliwungu Selatan langsung melakukan berbagai kegiatan antara lain studi banding pada Lazisnu Sragen, mengikuti rakorcab Lazisnu kendal, koordinasi dengan MWC, PAC banom, PRNU dan seluruh Banom serta Pembentukan dan pendistribusian kaleng sedekah NU.

Ketua UPZIS Lazisnu mwc nu Kaliwungu Selatan, Akhirin menyatakan pihaknya saat ini fokus konsolidasi internal, membentuk upzis ranting dan menyusun perencanaan jangka panjang, menengah dan pendek. "diskusi bersama ketua Lazismu Sragen ini bagian dari kami belajar dan bahan merancang kegiatan kedepan" demikian paparnya.

Sedangkan Ihwanushofa merasa sangat gembira, Senang dan haru bisa bersilaturahmi dengan para kyai dan relawan lazisnu. "Semangat keterbukaan untuk saling belajar dan menyambung hubungan sangat positif dan perlu terus dikembangkan" paparnya.

Dirinya menawarkan tentang keberlangsungan Lembaga Amil yang harus solutif akan problem umat. "problem umat saat ini adalah kemiskinan, Maka gerakan Lembaga Amil jangan sampai terjebak pada sekedar Infaq apalagi yang muqoyyad (terikat)"

Ditambahkan bahwa tugas utama Lembaga Amil adalah gerakan Zakat karena itulah Rukun Islam. Maka tasaruf yang harus diprioritaskan adalah asnab-asnab pertama penerima zakat yakni Fakir dan Miskin.

Diskusi berlangsung sangat hangat dan forum bersepakat untuk bersinergi dalam program pengentasan kemiskinan.

Di awal paparan Sofa menyampaikan bahwa kekuatan-kekuatan diluar islam selalu berusaha bagaimana NU-Muhammadiyah jangan sampai tidak rukun. Bila Muhammadiyah-NU rukun maka tak ada yang bisa mengalahkan.

Menurutnya Para islamophobia sudah putus asa untuk membenturkan langsung, maka mereka memasukkan ajaran ke masing-masing kita yang bila ajaran itu masuk otomatis Muhammadiyah-NU akan berkelahi dengan sendirinya.

"Dulu para pembenci Islam berjualan ide liberal ke NU dan radikal ke Muhammadiyah, alhamdulillaah tidak begitu laku, begitupun saat mereka mengobral ajaran syi'i kepada NU dan salafi kepada Muhammadiyah, alhamdulillah semuanya tidak berhasil" demikian terangnya.

Dirinya berharap kiranya dengan filantropi, dengan penyantunan, dengan pembelaan terhadap kaum mustadz'afin, Muhammadiyah dan NU menemukan titik temu yang menggembirakan dan elegan. Umat menunggu peran serta yang lebih agung dari kedua ormas tercinta ini dalam pengentasan kemiskinan. "tak ada keberhasilan tanpa sinergi" begitu pungkasnya. (supari).

Informasi Berita Lainnya

Tak Pudar oleh Usia, Ratusan Anggota Muslimat...

Weleri, pcnukendal.com - Semangat berkhidmah para anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Weleri tampak tetap menyala meski usia tak lagi...

Mahasiswa KKN STIK Kendal Ajari Siswa SDN 1...

Gemuh, pcnukendal.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Desa Galih menggelar pelatihan kreativitas dengan...

Mahasiswa KKN STIK Kendal Tanamkan Budaya...

Gemuh, pcnukendal.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Posko IV Desa Galih menanamkan budaya gemar menabung...

Atraksi Garfanada Kendal Semarakkan Apel...

Batang, pcnukendal.com - Apel Kemanusiaan memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) versi tahun Masehi yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul...

Advertisement

Press ESC to close