Sukorejo, pcnukendal.id - Jihad sesungguhnya adalah memerangi hawa nafsu. Jihad tidak harus dimaknai dengan perang mengangkat pedang atau senjata.
Demikian ditegaskan KH. sholahudin Shodaqah pengasuh ponpes Al Itqon Bugen Semarang saat memberikan tausiyah dalam acara Tahlil Akbar memperingati Harlah NU ke 95 yang digelar MWC NU Sukorejo di gedung MWC NU jalan Kartini Kebumen.
"Kita ini hidup di Indonesia, kalau memaknai jihad dengan perang mengangkat senjata, lantas yang akan kita serang itu siapa? " tanya adik Kandung KH. Ubaidilah Shodaqah dengan nada datar.
Lebih lanjut adik kandung Rois Syuriyah PWNU Jateng itu menjelaskan di Indonesia saat ini umat Islam tidak ada yang dihalang-halangi untuk melaksanakan syari'at agama Islam.
"Mau sholat masjid banyak dan bagus-bagus. Mau zakat silahkan zakat. Mau puasa silahkan, tidak ada yang menghalangi. Bahkan mau haji sangking banyaknya harus antri panjang.'" jelasnya.
Dengan demikian, tegas Gus Sholah, tidak ada alasan untuk berjihad dengan mengangkat senjata di bumi Indonesia yang damai ini. Apalagi kalau yang diserang sesama muslim, jelas itu bukan jihad, tambahnya.
Melihat fenomena jaman sekarang, Gus Sholah justru mengajak pengunjung untuk berjihad melawan hawa nafsu sendiri - sendiri. Tidak hanya orang awam. Orang pandai atau alim pun perlu berjihad melawan hawa nafsunya. Sebab orang pandai yang tidak bisa mengedalikan nafsunya maka nafsunya yang akan menuntun ilmunya.
Terkait dengan tahun politik, Gus Sholah berharap masih ada pemimpin yang memandang umatnya dengan kasih sayang. Tidak memanfaatkan untuk mencari dukungan politik dan kepentingan kelompoknya. (Ali Ma'shum)