
Kaliwungu Selatan pcnukendal.id - Menghafal Al Qur'an saat ini menjadi tren yang diminati banyak kalangan. Bahkan, berbagai universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri, memberikan apresiasi tinggi bagi para penghafal Al Qur'an berupa beasiswa penuh. Hal itu disampaikan oleh KH Lukman Hakim, Ketua STAI Al Biruni Cirebon. Beliau menjadi narasumber dalam Training of Traoner (TOT) metode ILHAM pada minggu (12/11) di Pon-Pes Al Ulya Kedungsuren.
Kyai Lukman adalah penemu Metode Ilham. ILHAM merupakan akronim dari integrative, listening, hand, attention dan matching. Melalui metode itu, para penghafal Al Qur'an diajak mengaktifkan segenap inderanya saat menghafal.
Dalam metode itu, pada awalnya, peserta ditashih oleh pembimbing. Dalam menghafalkan, peserta mendengarkan dengan telinga, ikut menirukan dengan mulut, menandai ruas jari untuk menghitung ayat, dan berpasangan lalu melihat mimik atau keluarnya suara dari bibir temannya. Melalui metode ini, pengha
fal Al Qur'an tidak hanya akan hafal ayat Al-Qur’an, tetapi juga no ayat, nama surat, nomor halaman, letak ayat dan bahkan hafal bila diminta membaca dengan diacak atau dari belakang.
"Melalui metode Ilham, menghafal Al Qur'an menjadi lebih menyenangkan. Metode ini menggabungkan berbagai kecenderungan gaya belajar anak dan juga mengaktivasi tujuh kecerdasan manusia," jelas Kyai Lukman
Pelatihan tersebut diprakarsai Pon-Pes Al Ulya bekerjasama dengan Pon-Pes Madrasatul Qur'an Tebuireng Jombang. Kegiatan itu diikuti oleh 50 peserta yg berasal dari sekolah, pondok Pesantren dan rumah tahfidz dari berbagai daerah antara lain Rembang, Kudus, Grobogan, Demak, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang bahkan ada dari Majalengka jawa barat.
Mukaelani salah satu peserta dari SMP N 2 Grobogan merasa sangat senang bisa mengikuti pelatihan itu. Ia ingin segera mempraktikkan metode tersebut kepada para siswanya.
Kyai Khoiruddin selaku pengasuh Ponpes Al Ulya mengharapkan pelatihan ini dapat menambah semangat para santri dan siswa dalam menghafal Al Qur'an.
"Secara terprogram metode ILHAM akan kami dipraktekan di Al Ulya mulai semester depan," Kyai Khoiruddin.
Adapun Fuad Taufiq, selaku kepala sekolah SMP Al Furqon Pondok Madrosatul Qur'an Tebuireng Jombang berkata bahwa dengan menggunakan metode ILHAM, para siswa lebih terukur capaian hafalannya. Bahkan dengan metode itu, ada santri yang bisa menghafalkan 13 juz dalam waktu 1.5 tahun.
"Ini santri kami, Ali. Sekarang kelas 8. Baru 1.5 tahun menghafalkan. Alhamdulillah telah hafal 13juz," tutur Fuad Taufiq. (Supari/zh)