
Kendal, pcnukendal.id - Sukses besar aksi damai tolak full Day School yang diikuti puluhan ribu warga NU se Kabupaten Kendal di alun-alun Kendal Selasa (29/8) kemarin, tidak lepas dari peran besar Tim Semut (Senyum dan Pungut) sampah yang digawangi oleh anak-anak PC IPNU IPPNU Kendal.
Andai saja aksi besar yang melibatkan puluhan ribu warga NU tersebut tidak ada tim Semut bisa jadi ini akan meninggalkan onggokan tumpukan sampah di mana-mana pasca aksi damai tersebut. Kalau sudah demikian, tentu akan memunculkan pandangan tidak sedap di mata yang melihatnya.
Stigma negatif tentu akan muncul dari masyarakat terhadap NU, kyai dan santri andai itu terjadi. Ujungnya bisa-bisa nama baik NU tercoreng justru gara-gara meninggalkan sampah pasca aksi damai.
Tapi, beruntunglah NU mempunyai Tim Semut dalam aksi demo kemarin sehingga hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Pekerjaan memungut sampah dalam aksi tersebut sekilas pekerjaan yang dipandang sebelah mata dan peran yang dianggap remeh serta tidak sempat tersetuh publikasi. Tapi justru disitulah nama jam'iyah NU diselamatkan. Mungkin pahala tim semut tidak kalah dengan yang orasi diatas mobil tronton.
Ada satu pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan mengelola hajat besar seperti aksi damai tolak FDS kemarin. Tidak boleh seseorang atau sepihak mengklaim bahwa keberhasilan itu milik dirinya sendiri tanpa melihat peran penting pihak lain.
Bisa dikatakan ketika orator berpidato berapi-api diatas panggung maka ketika haus yang menyodorkan air mineral adalah yang dibelakang panggung dan ketika habis dan dibuang maka yang memungut sampah botolnya adalah orang yang di bawah panggung. Alhasil kekompakan dan kebersamaan inilah yang akan membesarkan jam'iyyah Nahdlatul Ulama. Semoga. (oji)