
Kangkung pcnukendal.id – Pada Sabtu (8/7), pemakaman desa Gebanganom Wetan kec. Kangkung penuh dengan masyarakat dari penjuru kec. Kangkung. Mereka menghadiri haul sesepuh NU kec. Kangkung yang diadakan oleh MWC NU Kangkung pada pukul 06.30. setelah haul selesai, acara dilanjutkan dengan hala bi halal di gedung MWC NU Kangkung pukul 09.00.
Dalam kesempatan tersebut panitia haul dan halal bi halal menghadirkan penceramah muda dari Tersono, kabupaten Batang, KH Shohibul Anwar. Beliau menghimbau pada masyarakat Kangkung agar jangan sampai terkecoh oleh aliran- aliran yang tidak sesuai dengan NU.
Beliau menuturkan, akhir- akhir ini banyak aliran keagamaan yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, baik radikalisme, maupun liberalisme. Menurutnya, kedua aliran tersebut tidak selaras dengan budaya masyarakat Indonesia. Itu karena budaya bangsa Indonesia yang adiluhung, yaitu ramah, toleran dan teposeliro.
“Sedangkan radikalalisme dan liberalisme anti terhadap budaya bangsa tersebut,” tutur Kyai Anwar.

Beliau melanjutkan, kalau para warga berhidmah di NU secara ihlas, insya Allah hidup selamat.
“Kita bahkan akan dianggap santrinya mbah Hasyim Asy'ari dan didoakan beliau kalau meninggal dunia akan khusnul khotimah,” kata beliau.
Panitia Haul dan Halal bi halal, Moh. Said, dalam acara itu agak menyayangkan sedikitnya keturunan tokoh NU yang dihauli yang menghadiri haul tersebut. Ia berharap para keturunan tokoh NU ikut hadir dan mendoakan leluhur mereka. Karena itu, Ahmad Khoiron, ketua Tanfidhiah MWC NU Kangkung, mengatakan bahwa pada haul berikutnya, semua dhuriah tokoh-tokoh NU yang dihauli akan ditulis dan disosialisasikan di masyarakat. Tujuanya, agar masyarakat tahu dhuriah dari tokoh- tokoh NU tersebut. (Mahrus/zh)