
Gringsing pcnukendal.id - Pada Rabu (21/6), Basarnas mengadakan simulasi evakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang terjebak macet. Pada kesempatan itu, Relawan Lazisnu Boja ikut andil. Tujuh personil dari Sernu dan Banser mengikuti simulasi tersebut.
Dalam skenario simulasi tersebut, terjadi macet dan kecelakaan pada arus mudik. celakanya, korban hanya bisa dievakuasi melalui jalur udara. Para relawan yang bekerja sama dengan Basarnas berhasil mengevakuasi korban menggunakan helikopter.
Sriyadi, anggota Sernu, menuturkan bahwa seorang rescuer harus mampu bekerja di bawah tekanan, baik dari ancaman situasi dan lokasi, atau dari rasa takut dan cacian keluarga korban.
“Relawan harus tenang, cepat, dan selamat,” tutur Sriyadi.
Sigap tanggap yang cepat itu merupakan manfaat berlatih secara rutin dan berkesinambungan dari situasi dan lokasi yang berbeda beda. Sriyadi pun menegaskan bahwa anggota tim SAR tidak boleh asal comot secara kondisional tanpa mempunyai kemampuan search and rescue.

Ketua Lazisnu Boja H. Ujang Yufrianto memaparkan, saat ini dibutuhkan tim Search and rescue Nahdlatul Ulama yang terlatih. Itu sebagai aksi nyata bahwa NU benar-benar mempedulikan umatnya dari sisi keselamatan manusia. ia melanjutkan, ketika warga nahdliyin mengalami bencana, ternyata yang membantu di lapangan tim SAR dari organisasi selain NU.
“Karena itu, Lazisnu sedang mengumpulkan SDM yang militan untuk dibentuk menjadi tim SAR yang responsif dan mumpuni,” jelas H. Ujang.
Ujang melanjutkan, Lazisnu juga harus mempunyai unit ambulans untuk keperluan pelayanan darurat dimasyarakat.
“Minimal di setiap eks kawedanan, tersedia 1 unit ambulans yang siaga setiap saat,” harapnya.
Ujang juga mengabarkan, dalam kesempatan di akhir bulan Ramadhan 1438 H, Lazisnu Boja membuat program gerakan infaq tunai ambulan gratis. Bagi jamaah Nahdiyin di kabupaten kendal yang ingin berpartisipasi bisa menghubungi pengurus Lazisnu Boja melalui admin NU online PCNU Kendal.
“Semoga program ini cepat terealisasi dan bisa segera diterjunkan untuk melayani masyarakat,” harap H. Ujang. (Ahmad Alzahir/zh)