
Sukorejo - pcnukendal.id Kyai Imron dan Mudrik Khoeron ditetapkan oleh MWC NU Sukorejo untuk memimpin PRNU Ngadiwarno masa khidmat 2017-2022. Penetapan keduanya dilakukan dalam acara musyawarah ranting ( musting) NU desa setempat yang digelar di musholla Dusun Kabunan, Jum'at ( 5/5).
kyai Imron ditetapkan menjadi rois syuriyah oleh sidang ahlul halli wal aqdi menggantikan kyai Maksum. Sebelumnya, saat sambutan kyai Maksum mengisyaratkan ketidaksediaannya jika seandainya dirinya dipilih kembali menjadi rais syuriyah. ia beralasan memberikan kesempatan kepada yang lebih muda untuk memimpin NU Ngadiwarno.
Sedangkan Mudrik Khoeron ditetapkan menjadi ketua setelah mengumpulkan 15 suara menyisihkan tiga calon lainnya. Sebenarnya tatib mensyaratkan tiga nama yang memperoleh suara terbanyak berhak mengikuti putaran kedua. Tetapi dalam tahap penjaringan Mudrik mengumpulkan 9 suara. Sedangkan tiga nama masing-masing Muhtarom, Zubaedi dan Mahyudi (petahana) memperoleh dukungan yang sama masing-masing 3 suara.
Karena kesulitan menentukan tiga besar ketua MWC sukorejo,Fahroji, akhirnya menetapkan empat nama berhak maju ke babak berikutnya. Dalam pemilihan selanjutnya mudrik Khoeron tetap melenggang dan mendapatkan 6 tambahan suara sehingga ditetapkan sebagai ketua PRNU Ngadiwarno.
usai pemilihan, Fahroji, mengatakan musting NU Ngadiwarno merupakan jadwal terakhir konsolidasi MWC NU Sukorejo ke ranting-ranting dalam tahun pertama.
"Alhamdulillah dari 18 ranting yang ada kepengurusan ranting NU Sukorejo 85 persen baru dan didominasi tenaga muda. semoga NU Sukorejo akan lebih dinamis pada masa mendatang"
ditambahkan Fahroji, rencana pengurus ranting NU yang baru akan dilantik serentak oleh PCNU Kendal bersamaan dengan pengajian umum dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan gedung MWC NU Sukorejo di jalan Kartini Kebumen Sukorejo pada hari Ahad 14 Mei 2017.
Disamping pelantikan pengurus ranting NU, menurut ketua PAC IPNU Sukorejo Ahma Isro'i. Juga akan dilantik tiga pengurus ranting IPNU -IPPNU hasil musting beberapa waktu lalu. (Ali Ma'shum)