Patebon pcnukendal.id – Pada hari Sabtu (29/4) pukul 08.00, Masjid Nurul Huda terlihat ramai. Para siswa MTs NU 24 Darul Ulum berkumpul di kompleks Masjid untuk mengikuti kegiatan peringatan Isra’ Mikraj. Ratusan siswa dengan didampingi para guru, mengikuti jalannya acara dengan baik.
Shodiqin, Kepala MTs Darul Ulum berterima kasih kepada panitia penyelenggara atas terlaksananya acara tersebut. Ia berharap, kegiatan itu bisa menjadi pendorong anak-anak sebagai kegiatan yang positif, tidak hanya di madrasah tapi juga berlanjut di masyarakat.
“Semoga bisa bermanfaat di dunia dan akhirat,” tutur Shodiqin.
Hadir sebagai pemberi tausiyah, Kyai Affandi Yusuf. Ia menerangkan bahwa peringatan Isra’ Mikraj merupakan budaya yang baik dan perlu dilestarikan. Menurutnya, dengan ikut memeringati Isra’ Mikraj berarti mensykuri nikmat Allah.
Ia lalu menjelaskan, bahwa Isra’ Mikroj adalah cara bagaimana Allah menghibur Rasulullah yang dilanda kesedihan. Kesedihan itu berawal dari tindakan embargo yang dilakukan Kaum Quraisy terhadap Umat Muslim.
Setelah embargo dihentikan, Rasulullah kembali dicoba dengan meninggalkan dua orang yang selalu mendukung dakwah beliau, yaitu Abu Tholib dan Siti Khadijah. Karena itu, Allah menghibur beliau dengan peristiwa Isra’ Mikraj. Beliau akhirnya dalam satu malam, melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu dari Masjidil Aqsha menuju ke Sidratul Muntaha untuk bertemu Alla.
“Isra’ Mikraj adalah peristiwa yang memperlihatkan kekuasaan Allah,” terang Kyai Affandi. (zh)