Boja, nukendalonline. Adanya gejolak politik di Arab saudi tentang perebutan tahta oleh Ibnu Saud ditengarai menjadi pemicu kelahiran Nahdlatul Ulama di Nusantara. Demikian disampaikan KH Zaenudin saat memberikan tausiyah pada Peringatan Harlah NU ke 93 dan Harlah GP Ansor ke 82 kecamatan Boja di Masjid Tampingan Boja, Sabtu (23/4).
Menurut Kyai Zainudin, bermula dari kekecewaan yang dialami kyai pesantren karena tidak diundang dalam Kongres Khilafah di Arab Saudi, maka para kyai di Nusantara berkumpul di Kertopaten Surabaya mendirikan komite Hijaz. dari Surabaya inilah kemudian Nahdlatul Ulama didirikan.
Setelah NU berdiri, tambah kyai Zainudin, KH. Hasyim As’ari kemudian meminta membuat gambar lambang NU. Gambar lambang NU itu kemudian disempurnakan oleh Mas Ali adik Mas Mansyur yang juga pengurus Muhammadiyah. “Inilah salah satu kerjasama Ormas tersebut” jelas kyai Zainudin
NU yang lahir pada tanggal 16 Rajab 1308 Hijriyah, menurut Zainudin dipandang tepat karena berada pada bulan yang dimuliakan. Oleh karenanya, jika Harlah NU itu diperingati dengan penanggalan hijriyah itu momentnya mejadi pas dengan peringatan Rajabiyah. Sehingga memperingati Rajabiyah sekaligus memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama.
Sementara terkait dengan bulan Rajab Kyai Zainudin mengajak hadirin untuk mensucikan dosa diawali dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan dengan cara memperbanyak istighfar dan menata hati untuk memasuki bulan Sya’ban dan Romandhon. (Misno/Fahroji)

