Cepiring, pcnukendal.com - KH Reza Ahmad Zahid pengurus PBNU dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri yang lebih akrab dikenal dengan Gus Reza mengingatkan kepada pengurus Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (MP3I) Kabupaten Kendal yang baru dilantik di Pondok Pesantren Al Musthofa Pandes Cepiring, Sabtu (2/9) malam agar segera bertindak. "Manuk gelatik cucuke abang, bar dilantik terus tandang. Ojo manuk gelatik cucuke ijo, bar dilantik terus loyo," katanya. Gus Reza yang didaulat mengisi mauidhoh hasanah menyampaikan ada kesalahan teknis oleh MC atau pembawa acara, karena dirinya masih muda belum pantas menyampaikan mauidhoh hasanah di hadapan para kiai sepuh termasuk KH Dr Mukh Mustamsikin Ketua PCNU Kabupaten Kendal yang saat nyantri di Lirboyo dirinya belum lahir. Namun karena hadirin tetap menghendaki untuk mengisi, akhirnya Gus Reza menyanggupinya. Gus Reza memulai mauidhoh hasanahnya dengan pernyataan Sayidina Ali agar hadirin meluruskan niat kehadirannya, "tidak akan pernah mendapatkan ilmu manfaat kecuali bersyukur dan ikhlas kepada Alloh. Sebagai santri kita harus ingat apa tujuan awal yaitu mencari ilmu atau mengaji. Saat kami mau merintis pendirian PCINU Yaman, kami sowan kepada Habib Abdullah bin Sahal. Beliau mengingatkan kepada kami agar tidak lupa tujuan pertama datang ke Yaman yaitu mencari ilmu," ceritanya. "Habib Alwi al-Maliki juga pernah berpesan jangan kau jadikan pesantrenmu ini sebagai pasar atau alat komersil. Namun harus tetap melihat latar belakang seperti NU yang membiasakan silaturahmi. NU dimulai dengan banyaknya silaturahmi kepada para kiai di berbagai tempat. Seperti silaturahmi KH Hasyim Asy'ari kepada Alwi Abdul Aziz (pengusul nama NU), KH Ridwan Abdullah (penggambar logo NU), kemudian silaturahmi kepada KH Murtadho Semarang, KH Asnawi Kudus dan lain-lain," lanjutnya. Kemudian muncullah NU karena barokah silaturahmi. Karena itu silaturahmi harus menjadi landasan. Kita jangan mau dipecah-belah dan dicerai berai. Apapun bentuk paguyuban atau organisasi pasti berdiri karena ada latar belakang, silaturahmi merupakan prinsip utama dalam berorganisasi. Organisasi yang tidak berjalan sesuai sejarah masa lalu, asal usul dan budayanya maka akan seperti pohon yang tidak ada akarnya. "Moga silaturahmi dan persatuan kita akan makin kuat. Karena yang mengumpulkan kita saat ini di tempat ini sesungguhnya adalah karena ada kiai yang dikhauli. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Karena itu teruslah berbuat kebaikan. Kebaikan adalah bahasa universal, yang tuli bisa jadi mendengar, yang buta bisa jadi melihat, karena itu ayo segera berbuat kebaikan," ajaknya. Pada akhir mauidhoh hasanahnya, Gus Reza mengingatkan bahwa sebentar lagi kita akan menghadapi banyak perbedaan bendera (pemilu), saat itulah kita akan menghadapi ujian persatuan dan kesatuan, ujian iri dengki, ujian mengubah suudzon dengan khusnudhon. Karena itulah agar kita selalu menggandengkan persatuan dan taqwa sebagaimana ayat Alquran. (Moh Fatkhurahman)
Informasi Berita Lainnya
Pelantikan MWC NU Kangkung 2026-2031, KH Mukh...
Kangkung, pcnukendal.com - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kangkung masa khidmah 2026–2031 resmi dilantik di Gedung MWC...
Silaturahmi Idulfitri LAZISNU Cepiring, Rois...
Cepiring, pcnukendal.com - Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Cepiring menggelar silaturahmi...
Pelantikan Kepala Sekolah Baru SMP NU 06...
Kaliwungu Selatan, pcnukendal.com - SMP NU 06 Kedungsuren, Kaliwungu Selatan, menggelar halalbihalal sekaligus pelantikan kepala sekolah baru masa...
Pembekalan Aswaja SMA NU 05 Brangsong, Kuatkan...
Brangsong, pcnukendal.com - Menjelang kelulusan, SMA NU 05 Brangsong menggelar Pembekalan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bagi siswa kelas XII di...