Resmi Ditutup, Berikut 8 Rekomendasi Muktamar Sufi Internasional 2023

...

Pekalongan, pcnukendal.com – Habib Ali Hasan Al Bahar dan Syeikh Riyadh Bazo (Libanon) membacakan hasil paparan dan rekomendasi dari para ulama dan peneliti selama 3 hari dalam 4 tema dan 8 sesi dalam Muktamar Sufi Internasional 2023 yang digelar di Pekalongan, Selasa-Kamis (29-31/8). Rekomendasi dari para ulama dan peneliti tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Rekomendasi yang pertama, para peserta konferensi menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi pada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang telah mendukung konferensi ini dan kepada Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya atas keberhasilannya dalam memilih tema konferensi ini serta untuk masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Pekalongan pada khususnya atas sambutan hangat dan keramahtamahan mereka serta tidak lupa ucapan terima kasih ditunjukkan kepada semua yang telah berusaha untuk mensukseskan kegiatan konferensi yang baik.
  2. Menyerukan pengintegrasian pengaturan dan institusionalisasi upaya-upaya tarekat serta membentuk divisi yang bertugas membuat perencanaan kajian strategi-strategi kerja sufi kontemporer serta memverifikasi asal usul mereka dan mendokumentasikannya.
  3. Konferensi ini mengajak para tarekat sufi untuk mengembangkan metodologi investasi di bidang pertanian, proyek pembangunan berkelanjutan dan program energi terbarukan untuk mencapai swasembada ekonomi bekerja sama secara terbuka dengan kamar dagang, sektor industri, pertanian serta melakukan koordinasi yang baik diantara mereka yang mengarah pada upaya saling melengkapi dan kemajuan ekonomi serta menyerukan kesadaran untuk mengurangi polusi yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.
  4. Konferensi mengajak para sufi agar berkontribusi dalam bidang pendidikan dan pengajaran di sekolah dan universitas untuk menambahkan sentuhan keimanan bernafaskan untuk menempuh segala hal yang dapat membantu generasi dalam mendapatkan pengetahuan agama dari sumber murni Islam dengan 4 dimensinya Islam yakni iman, Ihsan, fiqih realitas dan perubahan untuk menghadapi perilaku dan penyimpangan yang dihadapi anak-anak muda akibat pengaruh media utamanya media sosial.
  5. Para peserta konferensi menyerukan untuk mempertahankan pelaksanaan konferensi ini setiap tahun di negara yang menjadi kantor pusat majelis sufi dunia di Indonesia dan mengajak berkontribusi secara kolektif untuk mendukung majelis penyelenggarakan konferensi turunan serupa di berbagai wilayah Islam lainnya serta berkontribusi dan berpartisipasi dalam konferensi sufi yang diadakan oleh pihak lain.
  6. Peserta konferensi menyeru pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan norma-norma keluarga dan masyarakat dan menentang segala bentuk propaganda global berupa hal-hal yang bertentangan dengan fitrah yang suci dan mengubah ciptaan tuhan seperti LGBT, penyimpangan seksual dan yang sejenisnya.
  7. Konferensi memutuskan untuk mendirikan kantor-kantor cabang di setiap benua berdasarkan kebutuhan yang bertugas, memperkenalkan majelis sufi dunia, mengembangkan investasi di bidang ekonomi, dakwah pendidikan dan media serta membentuk portofolio investasi untuk mendukung proyek-proyek majelis sufi dunia diantaranya pembangunan Universitas Al Alam. Kemudian merintis channel sufi dunia, juga untuk melakukan follow up dan mensukseskan semua program-program majelis sufi dunia.
  8. Konferensi menyerukan saudara-saudara kita di Sudan, Nigeria, Yaman Suriah dan negara-negara lain yang menderita kerusuhan internal untuk mengedepankan dialog, kepentingan nasional, mengedepankan dialog dan kepentingan nasional menghindari keos penggunaan senjata, bentuk-bentuk kekerasan dan politik pecah belah serta memberikan kesempatan kepada para bijak lestari dan cendekiawan untuk menyelesaikan masalah yang dipersaudarakan melalui dialog konferensi. Juga menyeru untuk mengerahkan seluruh daya dan upayanya guna memperbaiki hubungan dan menyebarkan aksi damai diantara komponen masyarakat. Terakhir tentunya terus-menerus berupaya untuk memberikan solusi bagi problematika besar di dunia Islam di Yerusalem dan Palestina.
Muktamar diikuti para cendekiawan, syekh thoriqoh, akademisi, ekonom, pakar media serta partisipasi luar tarekat sufi dan tokoh agama, politik, budaya, ekonomi dan diplomatik dari Indonesia maupun dunia. (Firdaus/muf)

Informasi Berita Lainnya

Pelantikan MWC NU Kangkung 2026-2031, KH Mukh...

Kangkung, pcnukendal.com - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kangkung masa khidmah 2026–2031 resmi dilantik di Gedung MWC...

Silaturahmi Idulfitri LAZISNU Cepiring, Rois...

Cepiring, pcnukendal.com - Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Cepiring menggelar silaturahmi...

Pelantikan Kepala Sekolah Baru SMP NU 06...

Kaliwungu Selatan, pcnukendal.com - SMP NU 06 Kedungsuren, Kaliwungu Selatan, menggelar halalbihalal sekaligus pelantikan kepala sekolah baru masa...

Pembekalan Aswaja SMA NU 05 Brangsong, Kuatkan...

Brangsong, pcnukendal.com - Menjelang kelulusan, SMA NU 05 Brangsong menggelar Pembekalan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bagi siswa kelas XII di...

Advertisement

Press ESC to close