MUI Kendal: "Lebe Wadon" Sangat Dibutuhkan Masyarakat

...

Kendal, pcnukendal.com - Jabatan Lebe atau Modin di desa hampir semuanya dipegang laki-laki. Karenanya ketika ada muslim laki-laki yang meninggal tidak banyak kendala saat mengurusnya. Terlebih mengurus jenazah merupakan fardu kifayah sehingga tidak harus menggantungkan Modin untuk mengurusnya. Namun, ketika yang meninggal seorang muslimat sering kali dijumpai kendala keterbatasan petugas wanita yang mau dan mampu memulasara mayit perempuan. "Saya memberi apresiasi kepada peserta yang telah berkenan mengikuti Pelatihan Pemularasaan Jenazah. Khusus kepada ibu-ibu, saya memberi apresiasi lebih". Demikian dikatakan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal, KH. Asro'i Thohir saat menutup Pelatihan Pemulasaraan Jenazah yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal di Ruang Abdi Praja Setda Kendal, Sabtu (26/8). Pak Ro'i, demikian akrab disapa, lebih senang menyebut peserta perempuan dalam pelatihan tersebut dengan istilah "Lebe Wadon". Istilah itu disematkan karena mungkin diantara yang hadir merupakan istri dari Pak Lebe beneran yang sering membantu tugas suami untuk pemulasaran jenazah perempuan di kampungnya. Atau mungkin bukan istri lebe tapi mampu dan punya nyali mengurus jenazah perempuan sehingga diberi julukan "Lebe Wadon" meskipun tidak mendapat bengkok. Menurut mantan Ketua PC NU Kendal itu, keberadaan "Lebe Wadon" sangat dibutuhkan di masyarakat. Banyak dijumpai kasus di kampung- kampung ketika ada muslimat meninggal dunia jenazahnya sering tertunda tidak segera diurus karena di kampung tersebut tidak ada perempuan yang mampu dan punya nyali mengurus jenazah perempun sehingga harus menunggu tenaga dari kampung sebelah untuk mengurusnya. Lebih lanjut, menantu almaghfurlah KH. Ahmad Abdul Hamid Kendal itu berharap ilmu dan keterampilan praktis yang telah didapat dalam pelatihan tersebut dapat ditularkan di masyarakat melalui pertemuan-pertemuan organisasi sosial maupun keagamaan. Dalam Pelatihan yang diikuti 1 peserta laki-laki dan 1 peserta perempuan dari masing-masing kecamatan itu disampaikan materi tentang Fiqh Pemulasaran Jenazah oleh Ketua Komisi Hukum dan HAM MUI Jawa Tengah Eman Sulaeman, Pemulasaran Jenazah Khusus Terkena HIV dan Covid oleh dr. Budi Mulyono dan Praktik Pemulasaran Jenazah oleh tim Kemenag Kendal yang dipimpin oleh H. Abdul Haris. Kepada NU Kendal Online, Sekretaris MUI Kendal H. Irsyadi menyampaikan Pelatihan Pemulasaran Jenazah merupakan kegiatan ketiga dari delapan kegiatan yang direncanakan oleh Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Kendal di tahun 2023. Menurut Irsyadi, semua kegiatan tersebut bersumber dari dana hibah Pemerintah Kabupaten Kendal sehingga pihaknya berkewajiban melaporkan penggunaan anggaran pada akhir tahun nanti. "Semoga kegiatan MUI Kendal tahun 2023 ini membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi umat Islam baik langsung maupun tidak langsung," pungkas mantan Wakil Sekretaris PCNU Kendal itu. (Fahroji)

Informasi Berita Lainnya

Pelantikan MWC NU Kangkung 2026-2031, KH Mukh...

Kangkung, pcnukendal.com - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kangkung masa khidmah 2026–2031 resmi dilantik di Gedung MWC...

Silaturahmi Idulfitri LAZISNU Cepiring, Rois...

Cepiring, pcnukendal.com - Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Cepiring menggelar silaturahmi...

Pelantikan Kepala Sekolah Baru SMP NU 06...

Kaliwungu Selatan, pcnukendal.com - SMP NU 06 Kedungsuren, Kaliwungu Selatan, menggelar halalbihalal sekaligus pelantikan kepala sekolah baru masa...

Pembekalan Aswaja SMA NU 05 Brangsong, Kuatkan...

Brangsong, pcnukendal.com - Menjelang kelulusan, SMA NU 05 Brangsong menggelar Pembekalan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bagi siswa kelas XII di...

Advertisement

Press ESC to close