
Ringinarum, pcnukendal.com - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tejorejo Kecamatan Ringinarum bersama badan otonom menggelar Pengajian Umum Triwulan dan Halalbihalal di halaman Mushala Baitul Muin Sono, Minggu (10/5/2026). Kegiatan yang dihadiri ratusan warga Nahdliyin itu berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan dan kebersamaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, Camat Ringinarum Kukuh Dwi Widagdo, Camat Gemuh Kartini, jajaran pengurus NU dan badan otonom, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Kendal Hj, Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi terhadap kehidupan masyarakat Dusun Sono, Desa Tejorejo, yang dinilainya mampu menjaga kerukunan di tengah perbedaan agama dan latar belakang warga.
“Ini harus terus dijaga dan dipupuk dengan baik agar hal baik ini bisa kita wariskan kepada anak cucu serta generasi yang akan datang. Peran NU memang tidak diragukan lagi, terkhusus dalam bidang keagamaan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para kiai dan ibu nyai yang selama ini dinilai istiqamah melayani umat dengan penuh keikhlasan.
“Maka pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para kiai dan ibu nyai yang tanpa lelah melayani umat dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Semoga para kiai dan ibu nyai di Sono Tejorejo selalu sehat dan mendapatkan ridha dari Allah SWT,” lanjutnya.
Ketua Panitia, Muhammad Amiruddin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di lingkungan jam’iyah NU.
Ia menjelaskan, Dusun Sono sebelumnya telah diresmikan sebagai Kampung Pancasila oleh Kodim 0715 Kendal pada 23 Agustus 2022 karena masyarakatnya dinilai berhasil menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Dusun Sono telah diresmikan sebagai Kampung Pancasila karena masyarakatnya walau berbeda agama tetap rukun dan saling menjaga. Toleransi yang sangat luar biasa ini harus terus dirawat, karena kebersamaan dan kerukunan merupakan modal awal untuk menjadikan desa bahkan negara menjadi lebih maju,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PRNU Tejorejo, Saifuddin Latif, mengajak seluruh pengurus dan warga Nahdliyin untuk mulai mempersiapkan generasi penerus di tingkat ranting NU agar estafet perjuangan para masyayikh dapat terus berlanjut.
“Mari kita mempersiapkan generasi penerus di tingkat ranting NU yang kelak akan meneruskan perjuangan para masayikh. Mari kita saling memperhatikan,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya semangat khidmah dalam menjalankan organisasi di tingkat ranting. “Monggo para pengurus ranting, bagaimana kita menjalankan khidmah ini dengan sebaik-baiknya. Dengan kebersamaan, insya Allah perubahan yang lebih baik dapat terwujud,” imbuhnya. (Al Amir/muf)