
Brangsong, pcnukendal.com - Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) MWC NU Kecamatan Brangsong tancap gas menyukseskan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 melalui pembinaan guru dan penguatan kolaborasi antarlembaga. Kegiatan digelar di SMA NU 05 Brangsong, Kamis (30/4/2026).
Acara dihadiri jajaran MWC NU Brangsong, pengurus LP Ma’arif, kepala sekolah, serta guru di lingkungan Ma’arif NU Brangsong.
Ketua LP Ma’arif NU Brangsong, Muhammad Makhzun, menegaskan pentingnya sinergi sebagai kunci keberhasilan SPMB. Menurutnya, kekuatan jaringan Ma’arif harus dioptimalkan melalui kolaborasi dan saling berbagi strategi SPMB.
“Diperlukan inovasi, kolaborasi, serta saling berbagi strategi baik antar lembaga agar kita semakin kuat sebagai satu jaringan pendidikan,” ujarnya.
Ia memaparkan sejumlah strategi yang telah diterapkan masing-masing lembaga, mulai dari sosialisasi langsung ke masyarakat, pendekatan personal kepada calon wali murid, hingga pemanfaatan media sosial dan penguatan program unggulan sekolah.
Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan strategi dari masing-masing sekolah. Para peserta saling bertukar pengalaman dan strategi guna meningkatkan daya tarik lembaga pendidikan di tengah persaingan yang kian ketat.
Sementara, pembinaan disampaikan Ketua MWC NU Brangsong, KH Nurhamid. Ia menekankan bahwa peran guru Ma’arif tidak hanya sebatas pendidik, tetapi juga penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
“Guru Ma’arif adalah penjaga dan penguat nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah di tengah masyarakat. Maka peran ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Terkait SPMB, KH Nurhamid mendorong seluruh lembaga untuk aktif melibatkan stakeholder NU dalam memperluas jejaring dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Jangan sungkan untuk melibatkan stakeholder NU. Kami siap membantu dalam menjalin komunikasi dan memperkuat jejaring demi kesuksesan bersama,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh kepada masyarakat, termasuk menjalin hubungan harmonis dengan sekolah negeri sebagai bagian dari strategi membangun sinergi pendidikan. Selain itu, keterlibatan aktif guru dalam badan otonom (banom) NU dinilai penting untuk memperkuat peran sosial dan kelembagaan. (Khaerul Umam/muf)