
Brangsong, pcnukendal.com - Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Brangsong menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-100. Kegiatan berlangsung di Gedung MWC NU Brangsong, Jumat (30/01/2026) malam.
Peringatan Harlah NU ke-100 ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka untuk Menuju Peradaban Mulia”. Acara diikuti jajaran Pengurus MWC NU Brangsong, Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Brangsong, para Ketua Badan Otonom (Banom) NU, serta Ketua Lembaga NU di tingkat kecamatan.
Ketua MWC NU Brangsong, KH Nur Hamid, menegaskan bahwa peringatan satu abad Nahdlatul Ulama menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen warga NU dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah serta terus berkhidmah bagi bangsa dan negara.
“Harlah NU ke-100 ini bukan sekadar peringatan usia, tetapi momentum muhasabah agar warga NU tetap istiqamah menjaga ajaran Aswaja dan terus berkontribusi nyata bagi keutuhan NKRI dan kemaslahatan umat,” tuturnya.
Menurutnya, doa bersama dan istighotsah yang digelar merupakan ikhtiar batiniah agar NU senantiasa diberi kekuatan dalam mengawal perjalanan bangsa menuju peradaban yang adil, makmur, dan bermartabat.
“Kegiatan istighotsah dan doa bersama ini menjadi ikhtiar spiritual agar NU senantiasa diberi kekuatan dalam mengawal perjalanan bangsa Indonesia menuju peradaban yang adil, makmur, dan bermartabat,” imbuhnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh KH Jamsari, dilanjutkan pembacaan Surat Yasin oleh KH Nur Hamid, tahlil oleh KH Kaerudin, istighotsah yang dipimpin KH Sukhri, serta doa penutup oleh KH Khumaidi.
Acara kemudian ditutup dengan mauidhah hasanah yang disampaikan mubaligh setempat, KH Muhaimin Anwar. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh warga NU untuk menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, serta meneladani perjuangan para muassis NU dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“NU sejak awal berdiri mengajarkan moderasi, persatuan, dan cinta tanah air. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya. (Khaerul Umam/muf)