
Kendal, pcnukendal.com - Sebanyak 200 santri, guru, dan wali santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Nahdlatul Ulama (MDTU NU) 10 Hidayatul Mubtadi’in, Kelurahan Jetis, Kecamatan Kota Kendal, melaksanakan kegiatan ziarah wali pada Ahad (16/11/2025).
Rombongan yang diberangkatkan menggunakan empat bus tersebut dilepas langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dari rumah dinas Bupati.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan harapan agar kegiatan ziarah tidak hanya menjadi perjalanan ritual, tetapi juga momentum pendidikan spiritual bagi para santri.
“Semoga dengan ziarah ini para santri MDTU NU 10 Hidayatul Mubtadi’in nantinya bisa meneladani perjuangan para wali dan menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa,” tutur Bupati.
Program Tahunan untuk Meneguhkan Tradisi Keislaman
Kepala MDTU NU 10 Hidayatul Mubtadi’in, H. Moch Ridho, menegaskan bahwa kegiatan ziarah ini direncanakan sebagai program tahunan madrasah. Menurutnya, ziarah memiliki nilai pendidikan yang kuat bagi pembentukan karakter santri.
“Kami ingin para santri mengenal sejarah penyebaran Islam, belajar dari keteladanan para wali, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak dan cinta tradisi Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Komite MDTU NU 10 yang turut mendampingi rombongan juga menegaskan pentingnya memperkenalkan para santri pada jejak perjuangan para wali.
“Ziarah ini penting untuk mengenalkan santri pada sosok para wali yang berjasa besar menyebarkan Islam di tanah Jawa sekaligus melestarikan tradisi Aswaja yang telah diwariskan para ulama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelibatan orang tua dalam kegiatan ini memperkuat kesan bahwa pendidikan madrasah merupakan kerja bersama antara lembaga, keluarga, dan masyarakat.
Kunjungan ke Makam Wali dan Situs Sejarah Islam
Rombongan melakukan ziarah ke beberapa lokasi penting yang menjadi pusat sejarah Islam di Jawa. Di antaranya, Makam Sunan Kalijaga Demak, Makam Sultan Hadlirin Mantingan, Pantai Bandengan Jepara, Masjid Agung Demak, dan Makam Sultan Fatah.
Selain berziarah, rombongan juga menengok situs sejarah dan budaya yang dapat menambah wawasan santri mengenai perjalanan dakwah Islam di Nusantara. (Jumain/muf)