
Singorojo, pcnukendal.com - Ghibah sering dianggap sepele, padahal dosanya terus mengalir tanpa disadari. Pesan tegas itu disampaikan Ketua Lakpesdam MWC NU Singorojo, KH Komaridin, saat mengisi kajian rutin Fatayat NU Ranting Getas di kediaman salah satu anggota, Yulianah, pada Ahad (16/11/2025).
Dalam kajian bertema penguatan spiritual dan berorganisasi itu, KH Komaridin menegaskan bahwa ghibah bukan hanya merugikan korban, tetapi juga menggerogoti pelakunya sedikit demi sedikit.
“Ghibah adalah dosa yang dianggap ringan, padahal ia mengalir terus. Yang dighibahi mungkin sedang bahagia, tetapi dosa pelakunya terus menumpuk. Inilah bahayanya,” ungkapnya.
Ia mengibaratkan ghibah sebagai proses pemupukan bagi korban.
“Orang yang dighibahi sedang diberi pupuk—bau, busuk, menyengat—tapi justru itu energi untuk terus tumbuh,” tambahnya.
KH Komaridin juga mengingatkan pentingnya menjaga keluarga dari api neraka, salah satunya melalui rutin mengaji dan aktif dalam organisasi.
“Kita belajar agama untuk diri kita dan keluarga. Kewajiban utama adalah menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka. Teruslah mengaji, berorganisasi dengan senang hati, istiqamah, dan lillahi ta’ala,” pesannya.
Pertemuan rutin tersebut diikuti para kader Fatayat NU Ranting Getas dengan antusias. Wakil Ketua Fatayat NU Ranting Getas, Fadhilah, berharap semangat belajar dan berkhidmat terus terjaga.
“Kami akan terus mendukung program PAC dan PC, sekaligus memperkuat kegiatan di ranting. Perlahan kami juga melakukan rekrutmen kader. Mengajak orang berorganisasi itu tidak mudah, tapi harus terus diupayakan,” ujarnya. (anish/muf)