
Kendal, pcnukendal.com - Upaya melestarikan sejarah dan budaya lokal terus dilakukan kalangan muda Kendal. Ikatan Mahasiswa Kendal (IMAKEN) bekerja sama dengan Kendal Book Circle dan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kendal menggelar bedah buku “Babat Tanah Kendal” karya Ahmad Hamam Rochani, Sabtu (4/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gelar Budaya yang digelar di Perpusda Kendal.
Bedah buku menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Founder Kendal Tempo Dulu, Syamsul Ma’arif, serta Dosen UIN Walisongo Semarang sekaligus Ketua Kendal Book Circle, M. Syafiq Yunensa.
Dalam ulasannya, Syamsul Ma’arif menjelaskan bahwa buku Babat Tanah Kendal bukan hanya memuat catatan sejarah, tetapi juga kaya akan kisah rakyat, mitos, dan legenda.
“Buku ini menampilkan kisah tokoh-tokoh besar Kendal seperti Sunan Katong, Pangeran Juminah, Tumenggung Bahureksa, Ki Ageng Kemangi, hingga Mbah Aqrobuddin. Di dalamnya juga tergambar bagaimana Kendal, yang dulu berpusat di Kaliwungu, memiliki peran penting sebagai daerah pesisir dan penyokong perekonomian nasional pada masa cultuurstelsel,” ungkapnya.
Menurut Syamsul, memahami sejarah lokal adalah bentuk kebanggaan dan identitas masyarakat Kendal.
“Kita harus bangga, karena Kendal punya peradaban panjang dan pernah menjadi simpul penting perdagangan internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua IMAKEN, M. Nur Alfan Akmal, berharap kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda yang peduli terhadap sejarah dan budaya.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga dan merawat warisan budaya agar tidak tergerus modernisasi. Lewat gelar budaya ini, kami membuka ruang bagi anak muda Kendal untuk berekspresi dan berkreasi dalam semangat mencintai sejarah daerahnya,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif dengan diskusi seputar sejarah Kendal, serta rencana pengembangan literasi sejarah lokal di kalangan pelajar dan mahasiswa. (anish/muf)