
Kendal, pcnukendal.com - Perwakilan Pengurus Majelis Ulama Indonesia se-Eks Karesidenan Semarang melakukan ziarah ke makam salah satu perintis Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kendal yang sekaligus tokoh MUI Jawa Tengah, KH Achmad Abdul Chamid di Makam Grabag Langenharjo Kendal, Ahad pagi (07/09/2025).
Ziarah dilakukan dalam rangkaian kegiatan halaqah MUI se-Eks Karesidenan Semarang di Tirtoarum. Kendal selama dua hari tanggal 6-7 September 2025.
Ketua MUI Kabupaten Kendal, KH Asroi Thohir, yang juga menantu KH Achmad Abdul Chamid, mengenalkan dan menceritakan sosok dan kiprah mertuanya.
“Nama Achmad diambil dari kakeknya yang dikenal sebagai pengusaha sukses dan menikah dengan seorang gadis asal Kaliwungu. Sedangkan nama Abdul Chamid berasal dari ayahnya yang pernah menimba ilmu di Mekkah bersama seorang ulama bernama Abdul Chamid dari Kudus. Jadi, yang benar ayah KH Achmad Abdul Chamid berasal dari Kendal, bukan dari Kudus. Keduanya sama-sama alim dan dikenal sebagai penulis kitab,” ungkapnya.
“KH Achmad Abdul Chamid dikenal sebagai Jenderal Khaul. Beliau selalu hadir di setiap khaul ulama tanpa mau dijemput. Beliau juga rajin menyimpan arsip, mendokumentasikan sejarah, dan menjalin silaturahmi dengan banyak kalangan, termasuk pejabat pemerintah,” lanjutnya.
Menurut KH Asroi, empati sosial KH Achmad Abdul Chamid sangat tinggi.
“Beliau sering berbelanja bunga di pasar, bukan karena perlu banyak, tapi ingin berbagi rezeki kepada para pedagang. Sikap sederhana dan kepeduliannya inilah yang patut kita teladani,” tambahnya.
Wakil Sekretaris MUI Jawa Tengah, Dr KH M. Syarifudin, menilai kegiatan yang ia ikuti di Kendal sarat makna. Selain halaqoh, dirinya juga berkesempatan ziarah ke makam KH Achmad Abdul Chamid yang juga tokoh MUI Jawa Tengah.
“Tradisi ziarah ulama perlu dilestarikan. Ini bagian dari shirotolladzina an’amta alaihim, meneladani jalan para orang saleh. Kebaikan KH Achmad Abdul Chamid yang konsisten hingga akhir hayat adalah teladan sejati yang harus kita ikuti,” tegasnya.
Ziarah diawali dengan pembacaan tahlil dipimpin KH Idris Nur dan doa penutup oleh KH Ali Chasan Umar. (Moh Fatkhurahman)