
Kendal, pcnukendal.com - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal, KH Mukh Mustamsikin, mengimbau warga nahdliyin agar menyikapi kondisi politik nasional yang tengah bergejolak dengan kepala dingin, santun, dan penuh kearifan.
Ajakan itu disampaikan melalui sebuah video berdurasi 1 menit 33 detik yang beredar di berbagai grup WhatsApp pada Ahad (31/8/2025).
“Menyikapi kondisi seperti ini harus dengan cara yang sebaik-baiknya. Indonesia adalah negara demokrasi, kita boleh menyampaikan aspirasi. Namun jangan sampai dilakukan dengan cara anarkis, karena justru akan menimbulkan keresahan di sekitar kita, termasuk di Kendal,” tutur Kiai Mustamsikin.
Ia menegaskan, warga Kendal khususnya nahdliyin harus mampu menjaga kondusivitas daerah dengan bersikap ramah, santun, dan tidak mudah tersulut emosi.
“Saya berharap Kendal tetap menjadi daerah yang tenang, aman, dan tidak terjadi gejolak yang tidak kita inginkan,” tambahnya.
Antisipasi Dampak Demonstrasi
Imbauan tersebut disampaikan menyusul gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah dalam lima hari terakhir. PCNU Kendal menilai langkah preventif ini penting agar situasi nasional yang memanas tidak merembet dan menimbulkan kericuhan di wilayah lokal.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kendal, Umar Kholil, juga menyerukan pesan serupa dalam pertemuan rutin Naharul Ijtima’ di Masjid Darul Muttaqin, Kebondalem, pada hari yang sama.
“Jangan mudah terprovokasi isu yang beredar. Mari satukan suara sesuai arahan PBNU dan organisasi Islam yang telah bersepakat bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Utamakan persatuan, jangan terjebak amarah sesaat yang bisa berujung perusakan fasilitas publik,” tegasnya.
Menjaga Persatuan
Baik PCNU maupun MWC NU Kendal menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika politik nasional. Sikap santun dan damai diyakini sebagai kunci untuk menghadirkan solusi terbaik bagi bangsa tanpa harus menambah beban keresahan masyarakat. (muf)