
Kendal, pcnukendal.com - Ketua Badan Khusus Nahdlatul Ulama Kendal Online (NUKO), H. Moh Fatkhurahman, akan segera melakukan langkah strategis pendataan petugas humas dan kontributor berita dari seluruh lembaga, badan otonom, badan khusus, hingga Majelis Wakil Cabang (MWC) se-Kabupaten Kendal.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi di Kantor PCNU Kabupaten Kendal, Sabtu siang (2/8/2025), yang dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Kendal, Dr. KH. Mukh Mustamsikin, di Gedung Aswaja NU Kendal.
Dalam rapat yang juga dihadiri jajaran pengurus harian serta tiga lembaga PCNU—yakni Badan Khusus NUKO, Lembaga Falakiyah (LFNU), dan Lembaga Pengembangan Pertanian (LPPNU)—dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap progres kegiatan dan perencanaan ke depan. Salah satu sorotan penting adalah belum meratanya publikasi kegiatan dari seluruh elemen organisasi.
“Kami berterima kasih atas masukan dalam rapat. Meski NUKO telah menggelar berbagai pelatihan jurnalistik, kenyataannya tidak semua alumni pelatihan aktif sebagai kontributor. Maka kami segera melakukan pendataan petugas humas dan kontributor berita di setiap lembaga dan MWC,” tegas H. Fatkhurahman.
Publikasi adalah Bukti Kinerja
Fatkhur menegaskan bahwa kehadiran petugas humas sangat penting untuk menyampaikan informasi kegiatan dan menjadi jalur komunikasi resmi dengan NUKO. Sementara itu, peran kontributor berita menjadi kunci agar setiap aktivitas organisasi bisa terdokumentasi dan dipublikasikan.
“Kegiatan yang tidak dipublikasikan seolah dianggap tidak pernah terjadi. Padahal, dalam dunia kehumasan, dokumentasi melalui berita adalah bukti nyata kinerja organisasi,” tambahnya.
Dari hasil pendataan nanti, NUKO akan memberikan pendampingan penulisan kepada para kontributor. Bahkan, lembaga atau MWC yang belum memiliki kontributor diwajibkan untuk mengirimkan anggota mengikuti pelatihan jurnalistik yang akan difasilitasi oleh NUKO.
Fokus: Publikasi dan Sosialisasi
Ketua PCNU Kendal, Dr. KH. Mukh Mustamsikin, dalam arahannya menekankan dua fokus utama yang harus dijalankan NUKO, yakni publikasi dan sosialisasi. Ia menilai bahwa publikasi semua kegiatan Nahdliyin—hingga level ranting—tidak mungkin dijalankan sendiri oleh NUKO karena keterbatasan sumber daya manusia.
“NUKO harus berani melakukan inovasi. Libatkan semua lini organisasi untuk menjadi bagian dari publikasi. Selain itu, perkuat sosialisasi agar NUKO bisa menjadi media yang ditunggu setiap pagi oleh warga NU. Bangun kualitas konten, baik tulisan maupun medsos, agar menarik dan berdaya jangkau luas,” ungkapnya.
Rapat ini turut dihadiri Wakil Ketua Dr. KH. Syamsul Huda, Sekretaris KH. Dul Said, dan Bendahara H. Moh. Nurwahib. (MF/Muf)