Bupati Kendal: Pesantren Harus Jadi Benteng Moral di Era Digital


Ngampel, pcnukendal.com - Di tengah derasnya arus informasi dan kebebasan berekspresi di media sosial, Bupati Kendal Hj Dyah Kartika Permanasari menegaskan pentingnya peran pesantren sebagai benteng moral, karakter, dan spiritualitas umat.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Halaqah Pondok Pesantren se-Kabupaten Kendal yang digelar di Pondok Pesantren Al-Musayafa’ Sudipayung, Ngampel, Sabtu (27/07/2025). Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 70 pesantren di Kendal, masing-masing mengirimkan empat santri terbaiknya.

“Pesantren bukan hanya lembaga keagamaan, tapi juga benteng karakter. Dari pesantren diharapkan lahir generasi tangguh menyongsong Indonesia Emas 2045. Santri harus mandiri, taat guru, dan mampu menyaring informasi dengan bijak agar tidak mudah terpapar paham radikal,” ujar Bupati Kendal.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya revitalisasi pesantren di era digital. Menurutnya, pemanfaatan teknologi, pelatihan keterampilan, kewirausahaan, dan kepemimpinan harus menjadi bagian dari sistem pembelajaran pesantren modern agar santri mampu bermitra dan bersaing secara global.

Sementara itu, perwakilan dari PCNU Kendal, Dr KH Syamsul Huda, mendorong agar pemerintah daerah aktif menyapa dan mengunjungi pesantren. Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat tafaqquh fiddin, tetapi juga harus diarahkan pada penguatan ekonomi dan kemandirian.

“Sudah cukupkah pesantren kita seperti ini? Jangan-jangan kita masih bisa lebih kuat secara ekonomi agar santri juga bisa bersaing di era global,” tuturnya.

Ia berharap halaqah ini menjadi wadah lahirnya gagasan besar untuk masa depan pesantren Kendal.

Ketua RMI PWNU Jawa Tengah, KH Ahmad Fadlullah Turmudzi (Gus Fad), menegaskan bahwa fungsi pesantren kini diakui negara melalui UU No. 18 Tahun 2019, yakni sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

“Pesantren hari ini sudah sejajar dengan pendidikan formal. Santri bukan hanya ahli agama, mereka bisa jadi kepala KUA, direktur bank syariah, atau bahkan hakim di pengadilan agama,” terang Gus Fad.

Ia mencontohkan program pelatihan salon kecantikan bagi santriwati yang kini sudah berjalan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi pesantren.

Puncak acara halaqah diisi oleh Habib Husen Ja’far Alhadar, pendakwah muda yang dikenal luas di media sosial dan televisi nasional. Di hadapan 500 santri, ia memaparkan strategi dakwah digital yang humanis dan inklusif.

Habib Ja’far menekankan bahwa tantangan dakwah masa kini bukan hanya soal konten, tetapi juga bagaimana pendekatan yang ramah, menyenangkan, dan sesuai dengan semangat generasi muda.

“Jangan tinggalkan pesantren, tapi ubahlah cara menyampaikannya. Media sosial bisa menjadi mimbar dakwah yang luar biasa, asalkan kita tidak ikut-ikutan menyebar kebencian,” pesannya.

Halaqah mengusung tema "Revitalisasi Nilai Pesantren sebagai Benteng Moral di Era Digital, Santri Kendal Bebas Berkarya Bebas Perundungan". Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyiapkan santri Kendal sebagai generasi masa depan yang tangguh secara spiritual, cerdas secara sosial, dan adaptif terhadap zaman. (Moh Fatkhurahman)

Informasi Berita Lainnya

Tak Pudar oleh Usia, Ratusan Anggota Muslimat...

Weleri, pcnukendal.com - Semangat berkhidmah para anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Weleri tampak tetap menyala meski usia tak lagi...

Mahasiswa KKN STIK Kendal Ajari Siswa SDN 1...

Gemuh, pcnukendal.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Desa Galih menggelar pelatihan kreativitas dengan...

Mahasiswa KKN STIK Kendal Tanamkan Budaya...

Gemuh, pcnukendal.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Posko IV Desa Galih menanamkan budaya gemar menabung...

Atraksi Garfanada Kendal Semarakkan Apel...

Batang, pcnukendal.com - Apel Kemanusiaan memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) versi tahun Masehi yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul...

Advertisement

Press ESC to close