
Boja, pcnukendal.com - Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Kendal, Primardiyanto, mengobarkan semangat jihad fi sabilillah kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser yang digelar di Trisobo Park, Kecamatan Boja, Jumat (25/7/2025).
Dalam amanatnya saat membuka kegiatan, pria yang akrab disapa Ndan Jepri itu menegaskan bahwa Diklatsar bukan sekadar pelatihan fisik, melainkan juga pembinaan ideologi, disiplin, loyalitas, dan spiritualitas.
“Diklatsar adalah gerbang awal menuju perjuangan di jalan Ansor dan Banser. Ini adalah bentuk komitmen khidmah menjaga akidah ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Banser bukan sekadar pasukan pengamanan internal GP Ansor, melainkan juga benteng sosial yang siap menjaga para ulama, melindungi masyarakat, serta merawat harmoni bangsa.
“Setiap tetes keringat dalam pelatihan ini adalah bagian dari jihad fi sabilillah. Inilah bentuk pengabdian suci untuk umat, ulama, dan negeri tercinta,” tambah Ndan Jepri.
Ia pun mendorong seluruh peserta dan panitia untuk terus berbenah—tidak hanya dalam kuantitas, tetapi juga dalam kualitas pelaksanaan kaderisasi.
“Penyelenggara pun harus terus belajar dan berinovasi. Diklatsar harus menjadi ajang yang menyiapkan kader tangguh, bermental baja, dan siap tampil di medan juang,” tuturnya.
Sementara itu, M. Lazim, salah satu instruktur Diklatsar dari Kendal, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah melewati sejumlah tahapan awal sebelum mengikuti pelatihan inti.
“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan dan kesiapan mental secara menyeluruh. Karena materi Diklatsar sebagian besar dilaksanakan di luar ruangan dan membutuhkan fisik serta mental yang prima,” jelasnya.
Diklatsar Banser Boja ini diikuti puluhan kader muda NU yang siap menjadi garda depan penjaga ulama dan penjaga negeri, dalam semangat kebangsaan dan keislaman yang seimbang. (anish/muf)