
Weleri, pcnukendal.com - Ibadah haji itu berat, karena butuh kesiapan fisik, mental maupun material. Namun jauh lebih berat adalah menjaga kemabruran haji sepulang dari tanah suci.
Hal itu disampaikan Sekretaris KBIHU Makkah Madinah KH Zainal Arifin saat memberikan pengarahan pada acara Pertemuan alumni Haji angkatan 2025 KBIHU Makkah Madinah di Rumah Makan Alam Asri Besokor Weleri, Ahad (29/6/2025).
"Ritual ibadah haji semisal melempar jamarat itu berat karena harus ditempuh berkilo-kilo meter dengan berjalan kaki selama beberapa hari. Namun menjaga Kemambruran ibadah haji jauh lebih berat karena harus dijaga sampai akhir hayat," tegas Kiai Zainal yang juga pembimbing haji KBIHU Makkah Madinah tahun 2025.
Senada dengan Kiai Zaenal, Ketua KBIHU Mekkah Madinah KH Sofyan Ahmad juga menyampaikan untuk mendapat kemabruran haji diperlukan upaya diantaranya menjaga ucapan lisan agar selalu baik yang disampaikan kepada orang lain.
Selanjutnya, menurut H. Sofyan, jamaah haji harus ikut menebarkan kedamaian dan jangan berbuat hasud. Bersedekah atau memberi makan pada orang lain juga perlu dilakukan dalam upaya mendapatkan kemabruran haji.
Pada bagian lain, ia juga menyampaikan bahwa dalam melakukan bimbingan ibadah haji pihaknya telah mempertimbangkan berbagai aspek dari kondisi jamaah baik aspek ekonomi, usia, jenis kelamin maupun yang berkebutuhan khusus.
"Kalau ada kekurangan kami mohon maaf. Namun kalau ada terobosan yang positif yang kami lakukan itu bagian dari pelayanan baik kami," ujar pemilik toko meubel di Weleri itu.
Pertemuan pertama sejak kepulangan haji tanggal 21 Juni lalu itu diinisiasi oleh pihak KBIHU Makkah Madinah dengan agenda penyerahan sertifikat haji dan pengembalian paspor kepada jamaah haji.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan pembentukan pengurus Alumni Jamaah haji Makkah Madinah tahun 2025 untuk wilayah bawah (Weleri dan sekitarnya) dengan ketua terpilih KH Mukorrobin.
Sedangkan untuk wilayah atas eks Kawedanan Selokaton, forum menyetujui hasil rapat jamaah haji wilayah atas yang dilakukan di Hotel Zaitoun Makkah seminggu sebelum pulang. Yang memutuskan diadakan pertemuan Tri Wulan sesudah pulang dan pada pertemuan pertama yang akan datang baru akan dibentuk kepengurusan alumni wilayah atas. (Fahroji)