
Brangsong, pcnukendal.com - Sebanyak 74 siswa kelas 9 SMP NU 07 Brangsong mengikuti kegiatan pembekalan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah yang diselenggarakan pada 26–31 Mei 2025.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia, Hj. Arisatun, menegaskan bahwa kegiatan itu diwajibkan bagi seluruh siswa kelas akhir. Kegiatan dirancang untuk menanaman nilai dan pengamalan ajaran NU dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin para siswa tidak hanya tahu, tetapi juga menjalankan nilai-nilai Aswaja dan berperan aktif dalam organisasi ke-NU-an. Pembekalan ini akan dilaksanakan dengan melibatkan MWC NU Brangsong agar hasilnya benar-benar maksimal.,” ujar Hj. Arisatun.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah SMP NU 07 Brangsong H. Nasron. Dalam sambutannya ia menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui pemahaman mendalam terhadap Aswaja An-Nahdliyah.
“Hari ini kita mulai sebuah proses penting, yaitu mengenalkan dan memperdalam pemahaman siswa tentang ajaran dan nilai-nilai NU. Ini bukan hanya sekadar formalitas, tapi bagian dari pendidikan karakter yang kami tekankan di SMP NU 07 Brangsong,” ujarnya.
“Saya berharap semua siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, karena pengetahuan dan pengalaman yang kalian dapatkan di sini akan menjadi bekal yang sangat berharga,” tambahnya.
Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Brangsong. Sekretaris MWC NU Brangsong, Khaerul Umam, menyampaikan materi seputar keorganisasian NU dan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi dan peran NU di tengah masyarakat.
“Menjadi bagian dari NU bukan hanya soal nama, tetapi juga komitmen terhadap nilai-nilai ahlussunah wal jama’ah dan pengamalan ajaran Islam yang moderat dan toleran. Sebagai siswa di sekolah NU, kalian harus mengenal NU secara utuh, mulai dari sejarah, struktur organisasi, hingga peran strategisnya dalam menjaga kerukunan dan keberagaman di Indonesia,” ujar Umam.
Ia juga mengajak siswa untuk aktif di IPNU dan IPPNU sebagai wadah pengembangan diri sekaligus pelestarian nilai-nilai Aswaja.
Sebagai penutup, kegiatan ini direncanakan akan diakhiri dengan ziarah ke sejumlah makam wali di Kota Kudus. Selain menjadi bentuk praktik pengamalan tradisi NU, ziarah ini juga dimaksudkan untuk memperdalam pemahaman spiritual dan sejarah perjuangan ulama. (KU/muf)