Ringinarum, pcnukendal.com – Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Ringinarum mengadakan pengajian umum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (23/11) di kediaman Chusnul Kholifah Desa Rowobranten.
Pengajian dilaksanakan dengan menghadirkan Kyai Abdul Jalil Firdaus sebagai penceramah. Pada ceramahnya, kyai yang dikenal dengan sebutan Kyai Kondang itu menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah rosul yang mengangkat derajat perempuan. Rasululloh membebaskan perempuan dari zaman jahiliyah. Pada zaman itu peran perempuan begitu rendah bahkan harus dibinasakan.
Keberadaan Nabi muhammad SAW, terangnya, menjadi simbol penyelamat kaum perempuan. Sehingga kaum perempuan harus berterimakasih dan mengambil suri tauladan dari Nabi Muhammad SAW dengan cara melestarikan, menjaga dan mempertahankan tradisi mauludan di kampung- kampung.
"Ini penting sebagai satu ikhtiyar warga Muslimat NU membentengi meluasnya paham-paham Wahabi di Indonesia", terangnya.

Ia melanjutkan, cara yang paling mudah membentengi pengaruh paham Wahabi adalah dengan mempertahankan dan mengamalkan amaliyah-amaliyah NU, seperti mauludan, manaqiban dan tahlilan.
"Di Indonesia paham Wahabi, di sadari atau tidak sudah menyebar luas ke banyak instansi pemerintah, institusi pendidikan, ormas dan partai politik. Maka perlu langkah-langkah pencegahan dengan kebersamaan dan persatuan untuk melawannya," lanjutnya.
Menurutnya, Muslimat NU sebagai perkumpulan ibu-ibu dapat berperan aktif dalam melakukan pemberdayaan kaum perempuan. Oleh karena itu, kepengurusan Muslimat NU membutuhkan kader-kader yang militan, cakap dan adaptif agar bisa menjawab tantangan kemajuan zaman. Sehingga kaderisasi dan reorganisasi menjadi hal penting dalam sebuah organisasi.
Pimpinan Ranting Muslimat NU Dilantik Serentak

Pada kesempatan itu, dilakukan pelantikan bersama seluruh Pimpinan Ranting Muslimat NU se-kecamatan Ringinarum. Pelantikan dipimpin pengurus cabang Muslimat NU Hj. Sri Rohanah, sedangkan pembaiatan atau sumpah jabatan dipimpin Hj. Ulliyah, Ketua PC Muslimat NU Kendal.
Dalam sambutannya, Hj. Uliyah berpesan agar dalam memimpin Muslimat NU selalu didasari ahlakul karimah dan berpedoman pada AD/ART organisasi, sehingga kepemimpinan dapat berjalan baik dan amanah sampai akhir masa khidmat.
Sementara itu, Hj. Sri Rohanah menekankan pentingnya semangat baru pasca reorganisasi serentak dan pelantikan bersama. Pengurus Cabang Muslimat NU yang juga anggota dewan FPKB DPRD Kabupaten Kendal ini juga berpesan agar selalu menjaga marwah dan nama baik Muslimat NU.
"Yang lebih penting lagi tentunya, bagaimana pengurus Muslimat di semua level tingkatan bisa saling bersinergi dalam menyukseskan program kerja, kompak dalam kebersamaan, dan kuat dalam ukhuwah islamiyahnya," pungkasnya. (Lazim/Muf)