Gibal Sandal Sang Kiai

...

Oleh: Mohammad Danial Royyan

Seorang kiai diundang tasyakuran oleh tetangga yang mengadakan manaqiban karena hendak memulai mendirikan rumah baru. Sehabis doa yang dipimpinnya, acara berikutnya adalah makan bersama. Menu yang tersaji adalah tiga tampah nasi tumpeng dan lima ekor ayam ingkung.

Ketika hendak pulang, dia memotong ujung bambu kering yang menjadi pembatas kebun (dadah) untuk menghilangkan gibal (tanah liat yang menempel) di sepasang sandalnya, tanpa seijin pemiliknya. Maklum pada musim hujan jalan-jalan yang dilaluinya becek.

Ketika di akhirat akan masuk surga, kiai itu dihadang malaikat Malik, penjaga surga. Kiai itu dilarang masuk surga kalau belum minta kehalalan potongan bambu kering yang dipakai untuk menghilang gibal, kepada pemiliknya.

MasyaAllah hanya gara-gara sepotong bambu kering, masuk surga bisa dipending. Apalagi tanggungan besar yang belum dihalalkan sebelum mati?.

Oleh karena itu, kita harus bersihkan diri dari segala sangkut paut yang bisa menghadang kita, supaya bersih ketika menghadap-Nya.

??? ????? ??? ???? ???? ????: ?? ???? ???? ????? ????? ?? ???? ????? ???????? ????? ??? ?? ???? ??? ??? ?? ???? ????? ??? ????

Nabi SAW bersabda: "Siapa yang punya kedhaliman terhadap saudaranya baik berupa kehormatan atau harta maka supaya dimintakan kehalalannya hari ini (di dunia) sebelum nanti ditagih (di akhirat) di mana sudah tidak ada dinar dan dirham....".

WAllahu A'lamu Bisshawàbi.

Advertisement

Press ESC to close