Oleh: Sis Maula
Panitia Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XI tingkat Kabupaten Kendal tahun 2019 mulai bergeliat. Berbagai persiapan ditata dan didistribusikan begitu apik sejak sebelum kegiatan berlangsung. Selain ketua panitia, ada ketua bidang Olahraga dan ketua bidang seni. Dari 22 mata lomba, 8 diantaranya cabang olahraga, dan 14 lainnya adalah cabang seni.
Pun juga peserta. Semua satuan pendidikan di bawah LPM NU Kendal sudah terakomodir dengan baik. Dari tingkat MI, MTs/SMP, MA/SMA/SMK yang nantinya menjadi peserta pada perhelatan 2 tahunan itu, juga sudah terdata begitu rapi. Diharapkan pada 24-26 Januari, Perhelatan PORSEMA XI akan “hijaukan” Kota Kendal.
Syahdan, rencana panitia begitu mantap dan membuahkan hasil. Sepagi pada Kamis 24 Januari semua kontingen mulai berduyun menuju lokasi lomba yang sudah ditetapkan panitia. Mulai dari wilayah kecamatan ujung timur, barat, utara, dan selatan memusat tertuju pada satu tujuan. Dengan membawa kontingen setiap mata lomba seraya harapan pasti, tampil terbaik dan menang.
Dari sekian banyak geliat PORSEMA Kendal, ada satu mata lomba yang menarik dan baru. Disebut baru karena pada Porsema sebelumnya lomba ini belum pernah dihelat. Lomba Penulisan Biografi Kiai Lokal, begitu lomba itu ditulis sesuai dengan juknis PORSEMA tingkat Wilayah Jawa tengah.
Dalam juknis wilayah pun dirasa tidak lengkap untuk lomba yang satu ini. Durasi waktu dan kriteria penilaian tidak diatur dalam juknis itu. Tentu juknis tingkat kabupaten tidak boleh bertentangan dengan juknis diatasnya. Lex superiori derogat legi inferiori, begitu kira-kira menurut para ahli hukum.
Dalam juknis hanya ada 6 point. Tidak seperti cabang olahraga dan seni lain yang cukup detail dan berjumlah lebih dari 1 halaman. Sepintas lomba ini ‘mungkin’ berat bagi pelajar walau setingkat MA/SMA/SMK sekalipun.
Namun keadaan justru sebaliknya. Animo peserta untuk mengikuti lomba ini cukup bagus. Dari 22 satuan pendidikan sebagai peserta, 17 diantaranya sudah mendaftar jauh hari sebelum pendaftaran ditutup pada 20 Januari. Walaupun dalam pelaksanaanya ada 1 peserta yang ‘terpaksa’ ijin karena sakit, namun ternyata lomba ini ternyata menarik bagi kalangan pelajar.
Lomba berlangsung. Semua peserta siap bertanding. Menulis biografi kiai yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Ketiga juri duduk di deretan meja depan menghadap peserta. Tiga dewan juri itu adalah Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) NU Kabupaten Kendal, Muhammad Adib, dari unsur akademisi Ali Martin, Dosen Fisip Unwahas Semarang, dan dari unsur pendidikan Siti Umnah, ketua MGMP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.
Tanpa dinyana, tulisan mereka ternyata bagus dan dapat dipertanggungjawabkan. Ada sumber tulisan yang kebanyakan sumber lisan dari hasil wawancara dengan tokoh yang ditulis, keluarga tokoh, atau teman yang semasa dengan tokoh.
Dari hasil penilaian dewan juri, ditetapkan bahwa juara 1 diraih oleh Mahabbah Islamiyah, siswa kelas XI MA NU 09 Darussa’adah Rowosari dengan judul ‘Percik Keteladanan Kiai Abdullah, Riyadhahnya mengantarkan putranya menjadi pengurus PBNU’.
Sementara juara 2 Eva Alfatihah, siswa kelas XI MA NU 04 Al Ma’arif Boja dengan judul ‘Biografi Kiai Mansyur’, dan juara 3 Aulika Nuritma Syahra, siswa kelas X SMA NU 03 Muallimin Weleri.
Harapan besar semoga kegiatan penulisan seperlti lomba di atas untuk terus digalakkan, utamanya bagi kalangan pelajar. Dengan menulis biografi kiai lokal, akan menambah hasanah baru para kiai Nusantara yang berjuang menegakkan agama dan mengokohkan dasar Negara Pancasila. Bravo Porsema XI Kendal.