Menanti Kabinet IZDA 2

...

Oleh : Fahroji
Hiruk pikuk gelaran Konfercab NU Kendal yang dihelat di SMK NU 01 Al Hidayah Kendal (15/10) mulai meredup seiring dengan berakhirnya kegiatan yang menghasilkan beberapa keputusan penting. Yang menjadi perbincangan menarik saat ini adalah siapa saja orang-orang yang akan duduk dalam kabinet pengemban amanat Konfercab yakni rais terpilih dan ketua terpilih duet KH.  izzudin Abdussalam dan KH.  Danial Royan yang kedua kalinya (IZDA 2) ?
Sebagaimana kita ketahui Konfercab NU Kendal sebagai forum permusyawaratan tertinggi telah menghasilkan keputusan penting organisasi sebagai hasil evaluasi menyeluruh terhadap perjalan NU di Kendal dalam lima tahun terakhir. Berbagai keberhasilan dan prestasi telah diraih. Begitu juga beberapa kelemahan dan kekurangan patut menjadi catatan untuk perbaikan mendatang.
Dalam sidang pleno penyampaian laporan pertanggungjawaban, kyai Danial selaku ketua PCNU melaporkan ada dua prestasi besar yang diraih secara nasional yakni program Kartanu yang jumlah pendaftarnya terbesar se Indonesia. Keberhasilan yang kedua adalah pembuatan website : pcnukendal.id sebagai amanat Konfercab NU Tahun 2012 yang jumlah pengunjungnya terbesar se Indonesia diantara website-website PCNU lain.  Pengakuan prestasi ini pernah disampaikan langsung oleh sekjen PBNU  Helmi Faisal Zaini dalam sebuah acara sebagaimana dilaporkan ketua tim Kartanu,  Khafidin,  dalam suatu kesempatan.
Disamping keberhasilan, harus diakui PC NU juga memiliki kegagalan dan kelemahan yang  mengiringi kesuksesan. Hal ini merupakan kewajaran, karena dalam sebuah evaluasi tentu ditemukan keberhasilan dan kegagalan yang dapat menjadi bahan interopeksi untuk langkah kedepan.
Dalam sesi pandangan umum tanggapan atas laporan pertanggungjawaban PCNU misalnya, ketua MWC NU Kaliwungu, Moch. Abbas, merasa menjadi pihak yang tersandra  dari ekses Pilkada Kendal  2015. Akibatnya, Abbas merasa kesulitan memberikan dukungan finansial terhadap penggalangan dana RSNU kendal. Abbas juga menilai, hubungan ulama dan umara' dalam periode ini mengalami disharmoni.
Berangkat dari keberhasilan dan kegagalan di atas semoga dapat diambil hikmah dan manfaatnya untuk perjalanan PCNU Kendal lima tahun mendatang, terutama dalam melaksanakan program kerja hasil konfercab. Program kerja amanat konfercab jika dinilai ada dua program berat yang harus dipikul PCNU mendatang, yakni melanjutkan pembangunan RSNU dan pendirian perguruan TINGGI NU.
Program pembangunan RSNU Kendal sebenarnya merupakan legalitas program saja, karena program RSNU tidak muncul dalam Konfercab  2012, tetapi  di tengah-tengah periode muncul yang kemudian dibahas dan ditetapkan dalam sebuah  rapat kerja. Kini, dengan ditetapkan pembangunan RSNU dalam Konfercab sudah barang tentu menjadi tanggungjawab seluruh warga NU Kendal untuk mewujudkannya.
Lain dengan program RSNU, program pendirian Perguruan Tinggi NU di Kendal sebenarnya merupakan program lama yang sudah muncul dalam beberapa kali Konfercab. Kebijakan Pemerintah yang pernah memoratorium pendirian Perguruan Tinggi beberapa waktu lalu setidaknya sedikit menyurutkan niatan baik tersebut.
Melihat dua program besar itu, nampaknya PCNU Kendal mendatang perlu membentuk kabinet IZDA 2 yang solid dan kuat. Dari berbagai pemikiran dan harapan yang muncul, dapat dirangkum beberapa kriteria calon pengurus diantaranya : profesinal, punya dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap NU,  punya skill organisatoris dan manajemen dan yang tak kalah penting yakni mau bekerja dan tidak menjadikan NU sabagai jembatan meraih jabatan politik.
Lantas siapa figur yang cocok untuk mendampingi kyai Izzudin dan kyai Danial dalam mengemban amanat besar itu ? Jawabnya kita tunggu sidang formatur dalam beberapa waktu mendatang. Semoga anggota formatur diberi taufiq dan hidayah sehingga menghasilkan pengurus harian PCNU yang terbaik untuk Kendal dan mampu merealisasikan program kerja hasil Konfercab NU 2017. Amin.
Fahroji : Ketua MWC NU Sukorejo periode 2016-2021.

Advertisement

Press ESC to close