NU Kendal Dalam Kepemimpinan KH. Izzudin dan KH. Danial

Oleh : H. Mahrus Ali

NU Kabupaten Kendal lima tahun ke depan dinahkodai lagi oleh duet KH Izzudin Abdussalam sebagai rais syuriyah dan K.H. Moh. Danial  Royyan. Kyai Danial adalah putra pengurus MWC NU Kecamatan Gemuh. Sedangkan Kyai Izzudin adalah menantu pengasuh pondok pesantren Kersan Pegandon, beliau alumni dari pondok pesantren Sarang yang diasuh oleh K.H. Maemun Zuber.Bahkan menurut pengakuan kyai Izzudin dirinya sangat dekat dengan pengasuh pesantren sebagaimana yang dikatakan saat kutbah iftitah di konferensi cabang NU Kendal, Ahad, 15 Oktober 2017 di SMK NU 01 Kendal.

Duet KH. izzudin dan KH. Danial periode sebelumnya sudah memimpin NU Kendal. Keduanya berlatar belakang pendidikan dari pondok pesantren. K.H. Moh. Danial yang sempat mengenyam Perguruan Tinggi Islam di Jawa Barat sampai B.A (Bachelor of Arts). Menantu Kiai Ahmad Abdul Hamid Al Kendali ini juga pernah berkhidmah di partai politik yaitu PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan duduk di  gedung dewan Kendal dua periode. Beliau juga aktif menulis beberapa buku, buku yang paling monumental berjudul Membedah Ahlussunah wal jama’ah dan juga aktif menulis di web : pcnuendal.id sampai sekarang.

 

Master Plan Program

Kepemimpinan K.H. Moh.Danial Royyan dan K.H. Izzudin Abdussalam yang menjadi master plan programnya adalah pendirian rumah sakit (RSNU) dan akan dilanjutkan periode kedua ini. Program ini memang sangat krusial dan mendesak. Sebagaimana kita tahu bahwa masyarakat Kendal mayoritas adalah nahdhiyin. strata sosial masyarakat nahdhiyin adalah masyarakat bawah, dan umumnya masyarakat bawah adalah nahdhiyin.

Dalam pembukaan Konferensi, K.H. Danial Royyan mengatakan bahwa jumlah rumah sakit yang ada di Kendal tidak sebanding dengan besarnya jumlah penduduk Kendal yang sebagian besar adalah warga nahdhiyin, sehingga kebutuhan yang sangat mendesak adalah didirikannya RSNU. Waketum PBNU Prof. Dr. Ir. H. Maksoem Mahfudz, M.Sc. yang berkesempatan hadir dalam konfercab juga dimohon untuk ikut mencarikan investor membangun RSNU. Mengingat PCNU juga sudah menarik iuran dari warga nahdhiyin yang sudah sampai pada tahap pembebasan lahan.

Adalah sangat absurd, blue printnya (cetak biru) program kerja kedepan yang terkonklusi dalam tag line konferensi, yaitu menciptakan kesejahteraan dengan membangun rumah sakit dan sarana pendidikan. Karena kesejahteraan dalam teori ekonomi manapun adalah tercukupinya semua kebutuhan, baik kebutuhan material (makan, minum, perumahan dll) maupun kebutuhan immaterial (rasa aman, pendidikan, kesehatan dll).

Terlepas dari teori yang ada, perjalanan ekonomi kadang-kadang juga keluar dari jalur pengetahuan. Siapa tahu berkat ikhtiyar para masyayih, kesejahteraan akan meningkat dengan didirikannya rumah sakit dan sarana pendidikan. Insyaallah. (oji)

                                                                        Penulis Guru MA NU 02 Muallimin Weleri.

Advertisement

Press ESC to close