Manakala keangkuhan menggurita. Maka...... Kata " paling " memberikut segala rasa "Paling kaya" "Paling kuat" Dan..... "Paling pintar" Kita coba barang sejenak Tengok si faqir malang Bisa jadi dia lebih kaya dari kita Sebungkus nasi pengganjal perut lapar Cukup menutup keinginannya hari ini Sementara.... Kita menginginkan segalanya Kita coba barang sejenak tengok si tua renta pinggir jalan Bisa jadi dia lebih kuat dari kita Ketabahannya mengusir getir kehidupan ganas hari ini Sementara...... Kita mengeluhkan segalanya Kita coba barang sejenak Tengok si dungu rumah sebelah Bisa jadi dia lebih pintar dari kita Dia cukup mengatakan "saya tidak tahu" Perihal yang dia tidak tahu Sementara....... Dengan keterbatasan Kita mengatakan segalanya Wong gunung.
Postingan Populer
TRADISI TAHLILAN : SEBUAH REFLEKSI SEJARAH
- 2016-07-14 14:26:57
Soal Tudingan Miring ke PCNU Kendal,...
- 2025-06-30 09:42:56
Imam Nawawi dan Imam Rofi'i, Dua Pendekar...
- 2019-09-25 00:02:48
Hakikat Syahadat
- 2021-01-17 06:00:39
Kategori Postingan
- Berita Umum(2132)
- Ansor(484)
- Fatayat(448)
- Berita(409)
- Keislaman(329)
- IPNU-IPPNU(312)