Kuperas otak keringat pun tak tersisa Demi buliran padi membentang Kulepas pakaian kebesaran Kusandang keropak Kutantang gili penuh onak duri Sengatan matahari panas nan ganas Membakar kulitku legam keriput oleh usia menghantam Langkah kakiku terantuk kerikil tajam Dasar tanah yang kian tergerus Air pun tak lagi menggelontor santar Gemetaran terus tanganku Memainkan anai-anai Memotong dan mengikat padi Namun apalah daya... Padi segudang tercecer oleh tikus-tikus werog mengganyang yang tak pernah merasa kenyang Limbangan 24 september 2016 Wong gunung.
Postingan Populer
TRADISI TAHLILAN : SEBUAH REFLEKSI SEJARAH
- 2016-07-14 14:26:57
Soal Tudingan Miring ke PCNU Kendal,...
- 2025-06-30 09:42:56
Imam Nawawi dan Imam Rofi'i, Dua Pendekar...
- 2019-09-25 00:02:48
Hakikat Syahadat
- 2021-01-17 06:00:39
Kategori Postingan
- Berita Umum(2132)
- Ansor(484)
- Fatayat(448)
- Berita(409)
- Keislaman(329)
- IPNU-IPPNU(312)