Memondokkan Anak ke Pesantren Sejak Dini

...

Oleh: M. Adib Shofwan

Zaman akan selalu berubah dan bergerak sesuai masanya, selalu ada %u200Esisi positif dan negatif yang menyertainya. Ibarat sebilah pisau, bisa digunakan untuk kebaikan bisa juga untuk keburukan. Demikian pula dunia pendidikan akan terus berkembang baik pendidikan formal maupun non formal. %u200E

Pada tahun 80-an, pendidikan non formal seperti pondok pesantren banyak diisi anak-anak lulusan SLTP atau SLTA. Pagi hari mereka sekolah umum, siang sekolah diniyah dan malam harinya mereka mengaji di surau %u200Eatau langgar. Tahun 90-an mulai muncul Taman Pendidikan Alquran (TPQ) %u200Eatau TPA. Anak-anak mulai belajar mengeja huruf hijaiyah di lembaga pendidikan keagamaan tersebut sejak usia dini dan malam harinya tetap mengaji pada ustaz atau kiai. %u200E

Setiap generasi mempunyai tantangan yang berbeda-beda susuai zamannya. Masa generasi milenial, anak-anak mulai akrab gadget dan handphone (HP) android. Masa ini menjadi tantangan bagi para kiai dan para pendidik. Sendi-sendi kehidupan %u200Eyang terus berubah menuntut para pendidik untuk realistis dan dituntut memiliki %u200Emetode baru dalam pembelajaran yang up to date sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga mampu menggagas olah %u200Ejiwa dan pikiran dalam ikhtiar mempersiapkan generasi yang saleh dan salehah, selalu mendoakan kedua orang tuanya saat sudah tiada.

Anak-anak kecil yang merupakan generasi emas wajib diselamatkan dari efek %u200Edomino arus perkembangan zaman, termasuk penyakit kecanduan HP. %u200EPenggunaan HP pada anak kecil apalagi balita akan menimbulkan berbagai efek %u200Enegatif. Sebuah penelitian yang dilakukan Boston College pada tahun 2012 %u200Emenyebutkan beberapa gangguan akibat pemakaian HP, yaitu gangguan tidur hingga berefek tidak bisa istirahat pada malam hari, sifaf agresif, gangguan pertumbuhan anak, sifat ketergantungan pada gadget, gangguan mental pada anak seperti depresi, gangguan kecemasan, %u200Ekurang perhatian dan perilaku bermasalah lainnya.%u200E

Menilik kondisi sosial masyarakat memacam ini, perlu adanya lompatan %u200Edalam pola dan manajemen pendidikan anak agar generasi muda selamat dari %u200Esituasi lingkungan yang tidak sehat dan kurang mendukung perkembangan anak. %u200E

Pola pendidikan anak sudah dicontohkan pada zaman Rasulullah. Rasulullah Muhammad saw sejak masih bayi disusukan pada Halimatus %u200ESa%u2019diyah, seorang wanita dari daerah pedalaman yang subur untuk tumbuh kembang %u200EMuhammad kecil. Karena situasi kota Makkah yang panas %u200Edan gersang kurang baik untuk perkembangan bayi. Saat itu banyak bayi %u200Eyang meninggal karena cuaca yang amat panas.%u200E

Anak-anak juga wajib diselamatkan dari pengaruh buruk dan bahaya lingkungan. Sebagian orang tua memasukkan anak ke pondok %u200Epesantren karena khawatir pengaruh lingkungan dan pergaulan yang bisa %u200Emenjerumuskan anak ke dunia kelam dan kenakalan. Memasukkan anak ke pondok pesantren sejak dini, bahkan mulai SD atau MI akan menyelamatkan anak dari virus gadget dan pengaruh buruk lain. Di pesantren, anak berada dalam pengawasan %u200Epengurus dan pengasuh pondok selama 24 jam. Pendidikan mulai masalah ubudiyah yang paling %u200Emendasar akan didapatkan sejak dini dan ketika memasuki aqil %u200Ebaligh sudah mampu beribadah dengan benar.

Anak-anak yang memiliki modal ghirah semangat %u200Ebelajar yang kuat bisa mulai belajar kitab kuning dan menghafal Alquran. Pondok pesantren akan mengarahkan prioritas belajar anak sesuai %u200Ekemampuan dan bakatnya. Pondok pesantren telah terbukti mampu mencetak generasi penghafal Alquran meskipun masih anak-anak, mencetak generasi yang beradab dan berahlak mulia dan memiliki peran penting di tengah-tengah masyarakat. Pondok pesantren juga telah melahirkan tokoh-tokoh ternama yang berkiprah di dunia politik, sosial, budaya dan keagamaan.

Memondokkan anak di pesantren akan membuahkan manfaat yang besar. Namun orang tua juga tidak boleh salah pilih pesantren. Paling tidak harus jelas nasab keilmuannya, berakidah ahlusunnah wal jamaah, mengajarkan ahlak dan wawasan agama yang moderat.

Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Anak Tahfidz Alquran Al-Amin Kebonharjo Patebon Kendal.

Advertisement

Press ESC to close