Oleh: Fahroji
Selesai menyampaikan materi dalam Pelatihan Jurnalistik Angkatan ke-3 yang diselenggarakan NU Kendal Online (NUKO) di MA NU 09 Darussa'adah Bulak Rowosari pada 10 Oktober 2021, salah seorang peserta ada yang bertanya, "Bagaimana mendapatkan ide atau inspirasi sebagai bahan menulis?"
Pertanyaan semacam itu memang sering mengemuka dalam pelatihan jurnalistik dasar. Bagi seorang peserta yang baru awal belajar jurnalistik memang sering kesulitan menemukan fakta, ide, gagasan atau inspirasi sehingga penulis pemula sering mengalami kesulitan mendapatkan bahan yang akan ditulis.
Untuk menggambarkan bagaimana kesulitan penulis pemula menemukan ide atau gagasan ataupun fakta, para pemateri pelatihan jurnalistik kemudian sering menceritakan sebuah anekdot seorang wartawan yunior bernama Deems Taylor.
Ketika baru bekerja di New York Times, Deems Taylor mendapatkan tugas membuat resensi pertunjukan opera. Sesampai di tempat pertunjukan, ternyata acara dibatalkan sebab primadona opera minum racun di hotelnya dan meninggal. Taylor pulang dan tidur karena opera batal dimainkan. Keesokan harinya, ia kena damprat redaksinya. Surat kabar lain membuat berita bunuh diri sang primadona. Taylor hanya menggerutu, "Opera batal, saya harus menulis apa?"
Kisah yang dialami Deems Taylor itu bisa jadi sangat sering dialami wartawan-wartawan, terutama yang masih yunior. Anekdot ini menunjukan tidak semua orang dapat menemukan fakta untuk bahan berita atau tulisan, meskipun ia menghadapi realitas secara langsung. Karena itu, seorang calon wartawan atau penulis pemula perlu melatih kepekaan untuk menemukan fakta.
Fakta untuk bahan berita dan ide atau inspirarasi untuk tulisan sering muncul tiba-tiba, maka para penulis profesional umumnya menyarankan pada penulis pemula untuk selalu membawa buku catatan kecil, atau kalau zaman sekarang bisa dicatat dalam memo smartphone untuk menulis inspirasi ini. Semakin banyak inspirasi atau ide ini tertulis dalam catatan kita, maka akan semakin banyak pilihan dalam penulisan nantinya.
Inspirasi bagi seorang penulis berpengalaman punya arti yang sangat berharga. Inspirasi yang mengalir meskipun hanya satu kalimat pendek, dapat dijadikan sebuah tulisan atau cerita pendek yang dibumbui dengan pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain.
Kemampuan mengembangkan inspirasi atau ilham umumnya merupakan suatu keahlian atau pengalaman yang terlatih. Penulis yang sudah terlatih, disiplin dan tekun, tidak pernah kesulitan dalam mengembangkan inspirasinya. Pengarang seperti ini tidak pernah kehabisan bahan tulisan. Dia berkarya tidak selalu menanti inspirasi datang. Tetapi berkarya terus dan dalam berkarya itulah inspirasinya turun dan hinggap di kepalanya.
Dengan demikian, bagi penulis pemula yang sering kesulitan mengembangkan inspirasi, jangan kuatir, itu biasa menghinggapi dan menimpa penulis pemula. Yang terpenting terus berusaha dan berbuat, nanti lambat laun akan terbiasa merangkai kata dan kalimat. Sebab belajar jurnalistik itu sebenarnya mudah, yang sulit terkadang membiasakan diri untuk terus menulis. Usaha anda untuk memaksakan diri menulis itu tabungan berharga bagi perkembangan jurnalistik andal. Semoga bermanfaat.

Penulis adalah Kotributor NU Onlie Jateng dan nara sumber Pelatihan Jurnalistik Angkatan ke-3 yang diselenggarakan NU Kendal Online (NUKO) pada tanggal 10 Oktober 2021 di MA NU 09 Darussa'adah Rowosari.