Tenang Hadapi Wabah Covid-19 di Bulan Ramadan

...

Oleh: Moh. Muzakka Mussaif

Hari ini adalah hari pertama kita berpuasa di bulan Ramadan tahun ini, tetapi suasana Ramadan hari ini sangat berbeda suasananya dengan Ramadan-Ramadan sebelumnnya. Sebab, pada Ramadan tahun ini Allah tengah menguji keimanan kita dengan wabah pandemik global. Yakni wabah pandemik Covid-19  yang terjadi hampir di seluruh negara-negara di planet bumi ini, termasuk juga negeri kita tercinta.

Wabah Covid-19 itu memang menakutkan karena siapa pun bisa terkena. Sebab, virus ini tidak bisa dilihat oleh mata. Ia amat mudah berpindah dari individu ke individu lewat sentuhan, percikan air liur dan ludah. Kalau kita sembrono dan abai terhadap peringatan pemerintah serta protokol yang ditentukan, maka penularan wabah itu sangat sulit dihentikan. Kalau wabah itu sudah merebak ke mana-mana tak mungkin kita lari darinya. Yang harus dilakukan tidak ada lain kecuali melawan dan menghadapi wabah itu.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita menghadapi wabah itu? Bagaimana cara strategi terbaik menghadapinya? Di sinilah butuh kecerdasan dan pemikiran mendalam sebab musuh yang dihadapi adalah mikroba yang tidak kasat mata. Oleh karena itu, kita harus menghadapi wabah itu dengan strategi tertentu, bukan dengan nafsu dan emosional belaka. Untuk melawan wabah itu secara efektif adalah dengan menyatukan dua kekuatan yang dimiliki manusia, yakni kekuatan material dan spiritual.

Kekuatan material bisa berupa disinfektan, handsanitizer, masker, obat-obatan, paramedis, sumber daya manusianya untuk melawannya. Adapun kekuatan spiritual bisa berupa pikiran cerdas, ketenangan, psikologis protocol, kearifan, doa, dan zikir. Kedua kekuatan itu harus disatukan dan dikompromikan. Jika kita hanya menggunakan kekuatan material saja, maka yang muncul adalah ketegangan-ketegangan yang saling menyalahkan dan curiga. Sebaliknya, jika dengan kekuatan spiritual saja, kita bisa dituduh sebagai orang yang malas berikhtiar. Jadi, menyatukan dua kekuatan itu harus kita lakukan karena itu perintah Allah dan ajaran Rasulullah Saw.

Kekuatan Spiritual Sangat Penting

Terkait dengan kekuatan spiritual, khususnya psikologis ini ada baiknya kita simak pendapat pakar kedokteran muslim yang amat terkenal, yakni Ibnu Sina atau yang terkenal di Barat dengan nama Avecina. Ia menyatakan bahwa “Kepanikan itu adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah awal dari kesembuhan”.

????? ??? ????? ??????????  ??? ?????? ?????? ????? ??????

Pendapat itu sangat rasional, sebab jika kita menghadapi wabah Covid-19 dengan panik, gelisah, dan takut. Ditambah lagi, kita juga ikut-ikutan membuat orang lain panik dan takut, maka hal itu sangat merugikan masyarakat, sebab dari kepanikan dan ketakutan itu akan menyebabkan masyarakat menjadi sakit karena faktor psikologis. Sebaliknya, jika kita menghadapi wabah ini dengan tenang, insyaallah kepanikan dan ketakutan itu akan berkurang. Ketenangan jiwa inilah kata Ibnu Sina menjadi obat dan imun bagi tubuh kita.

Pertanyaannya sekarang, dari mana kita peroleh ketenagan itu? Jawabnya, ketenangan itu kita peroleh melalui pendekatan agama. Sebab, agama akan mengantarkan kita dekat dengan Allah SWT. Oleh karena itu, untuk mendapatkan ketenangan jiwa, maka sangat diperlukan aktivitas berzikir, berdoa, membaca Alquran,  bersalawat, dan mendengar nasihat-nasihat yang baik secara berkelanjutan.

Setelah kita merasa tenang, maka harus tumbuhkan sikap sabar pada diri kita menahan diri dalam menghadapi wabah Covid-19. Jika terjadi musibah menimpa tetangga, saudara, ataupun keluarga yang terdampak wabah ini. Berikan nasihat agar mereka sabar karena sabar itu merupakan awal dari kesembuhan. Berikan semangat, motivasi, dan doa untuk mereka meski jarak fisik berjauhan.

Sebagai penutup tulisan pendek ini, saya mengajak pembaca NU Kendal Online untuk lebih mendekatkan diri pada Allah di bulan Ramadan ini.  Menghidupkan Ramadan dengan salat tarawih, tadarus Alquran, dan taklim secara terbatas, syukur jika  bisa melakukannya di rumah-rumah kita. Mari kita kuatkan doa kepada Allah SWT di bulan yang penuh ijabah ini, agar Allah segera menghilangkan wabah Covid-19 ini dari negeri kita tercinta.

Penulis adalah Ketua PC LDNU Kabupaten Kendal dan Pemimpin NUKO

Advertisement

Press ESC to close