Wartawan Bisa Masuk Penjara

0
51

uj 

Kendal pcnukendal.id Pada Minggu (25/9), Graha PCNU Kendal terlihat ramai. Di sana diadakan pelatihan jurnalistik kerjasama antara PCNU Kendal dengan Suara Merdeka. Acara yang dimulai pukul 09.00 itu merupakan upgrading (pembekalan) untuk kontributor website pcnukendal.id. Puluhan peserta perwakilan dari masing-masing anak cabang PCNU Kendal terlihat antusias mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan tersebut dibuka oleh M. Danial Royyan, ketua PCNU Kendal. Ia mengakatan bahwa sebenarnya pelatihan jurnalistik itu tidak penting. Yang paling penting adalah apa yang dimiliki oleh peserta pelatihan. “Upgrading ini hanya penyempurnaan. Yang paling penting adalah ilmu yang telah kita dapat dari apa yang kit baca sebelumnya,” Tutur Danial.

Dalam pelatihan itu, hadir Aris Mulyawan, wartawan Suara Merdeka. Ia mengatakan, bahwa berita harus mencakup unsur 5W 1H (what, who, where, why, when, dan how). “Apabila ada satu unsur yang terlewat, berita itu kurang sempurna. Bahkan bisa dikatakan berita palsu,” terangnya.

Aris juga menjelaskan, ada beberapa kriteria agar sebuah berita bisa dikatakan pantas dan menarik dibaca, di antaranya berhubungan dengan waktu, besar dan pentingnya sebuah peristiwa, unik, jarang terjadi, dan dapat menimbulkan dampak sosial.

Tantangan wartawan

Aris mewanti-wanti bahwa seorang wartawan harus berhati-hati dalam menulis berita. Ia memaparkan, ada kote etik jurnalistik yang harus dipatuhi wartawan, di antaranya harus independen, akurat dalam menulis berita, tidak mencampuradukkan fakta dan opini, dan melindungi narasumber. “Apabila kode etik tersebut dilanggar, seorang wartawan bisa dituntut dan masuk penjara,” jelas Aris.

Aris melanjutkan, penting bagi wartawan untuk memiliki rekaman ketika meliput sebuah berita. Hal itu akan dibutuhkan apabila suatu saat narasumber berita membantah kalau ia pernah mengatakan sesuatu dalam berita yang sudah diterbitkan. “Rekaman itu bisa menjadi senjata untuk membantah kembali bantahan narasumber,” papar Aris. (Zubair).